Pelatihan Land Transportation Management For Mining Industry

76487-1-eng-GB_downer-christmas-creek-jan-15

PENDAHULUAN

Prasarana jalan di area pertambangan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan kondisi jalan pada umunnya. Salah satunya adalah ukuran dan jenis kendaran yang beroperasi dijalan tersebut: – mulai dari kendaraan penyangkut penumpang, hingga alat-alat pemindah tanah rmnekanis berukuran besar. Kombinasi antara keragaman, ukuran, dan jenis alat dengan kemungkinan latar belakang pengalaman pengemudi/operator yang bsrbeda menegaskan betapa pentingnya pengontrolan lalu-lintas yang baik di jalan area pertambangan.

Sedangkan keberadaan rambu-rambu jalan sebagai salah satu alat kontrol lalu-lintas telah lama dikenal dan dipakai pada jalan-jalan umum atau jalan raya. Rambu-rambu jalan itu sendiri tidak dapat mencegah semua kecelakaan di jalan di area pertambangan, akan tetapi dapat menciptakan suatu iklim mengemudi yang lebih kondusif bagi keselamatan. Maka standardisasi ini diharapkan dapat dijadikan pedoman untuk perencanaan dan penyediaan rambu-rambu jalan di area pertambangan, sehingga diperoleh suatu keseragaman yang pada akhimya dapat mengurangi angka kecelakaan yang diakibatkan oleh pemasangan rambu-rambu yang tidak benar atau membingungkan pemakai jalan. Oleh karena itu, rambu-rambu jalan di area pertambangan perlu distandarkan.

Terkait hal tersebut, paling tidak terdapat 2 landasan hukum yang bisa digunakan sebagai dasar acuan pembuatan standarisasi, yaitu Keputusan Menteri Perhubungan, Nomor : KM 61 tahun 1993, tentang rambu-rambu di jalan, Departemen Perhubungan Repubiik Indonesia dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi, Nomor: 555.W26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum. Atau bisa juga mengacu kepada Trafiic Safety, Code of Federal Regulations (CFR) 30, Part 56157.9100, Mine Safety & Health Administration (MSHA). USA. d. Walter W. Kaufman and James C. Ault, 1997, dan Design of Suriace Mine Haulage Roads-A Manual, US Deparbnent of the Interior. Washington D.C., USA. e. Patricia M. Laing. 1592 serta Accident Prevention Manual of Bussines 8 Industry and Engineering & Technology. lom edition, Nationa! Safety Couficii. USA. f. Roger, -L. Brauer, 1994, Safety and Health f~ Engineers. Van Nonstrand Reinho!d, New York, USA.

TUJUAN

  1. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami konsep manajemen unit transportasi
  2. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna mehamami regulasi terkait transportasi
  3. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami standar prosedur operasional transportasi
  4. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami proses adminstrasi dan dokumentasi berbasis teknologi
  5. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami metode pengelolaan unit transportasi
  6. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami proses analisa dan pengambilan keputusan strategic

MATERI

  1. Transportation Management review
  2. Multimodal Transportation
  3. Defensive Driving
  4. Maintenance and Repairs
  5. Transport Organization and Administration
  6. Managing Transportation Provider
  7. GPS Vehicle Tracking
  8. Transport Consolidation
  9. Routing Management and Drop Point
  10. Transportation KPI, Monitoring, and Audit

PESERTA

  1. Manager/Supervisor/Staf HSE Departemen
  2. Manager/Supervisor/Staf Tranportation Departemen
  3. Manager/Supervisor/Staf departemen lain yang terkait

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Alternatif Waktu Kegiatan :

  • 11-12 Januari 2021
  • 8-9 Februari 2021
  • 15-16 Maret 2021
  • 12-13 April 2021
  • 10-11 Mei 2021
  • 14-15 Juni 2021
  • 12-13 Juli 2021
  • 18-19 Agustus 2021
  • 13-14 September 2021
  • 11-12 Oktober 2021
  • 15-16 November 2021
  • 13-14 Desember 2021

Alternatif Tempat Kegiatan :

  1. Hotel Pesonna Malioboro Yogyakarta
  2. Hotel Jentra Dagen Malioboro Yogyakarta

BIAYA KEGIATAN

Private Training

  • 8.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Meeting Room, Lunch & Coffe Break, Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.

Regular Training

  • 6.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Meeting Room, Lunch & Coffe Break, Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.

In House Training

  • Paket A : Rp. 4.500.000,- /peserta * Non Residential jika jumlah peserta 10-15 orang dari 1 perusahaan/instansi
  • Paket B : 4.000.000,- /peserta * Non Residential jika jumlah peserta 16-20 orang dari 1 perusahaan/instansi
  • Paket C : 3.500.000,- /peserta * Non Residential jika jumlah peserta lebih dari 21 orang dari 1 perusahaan/instansi
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta,biaya transportasi,akomodasi, instruktur, staff dokumentasi, coffe break dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Paket Training On Bus :

Paket Training On Bus di Jogjakarta , Biaya Mulai dari Rp. 5.000.000,- /peserta * Non Residential jumlah minimal peserta 5 Orang.

Paket Training On Bus di Jakarta , Biaya Mulai dari Rp. 5.000.000,- /peserta * Non Residential jumlah minimal peserta 7 Orang.

Paket Training di Luar Negeri :

Paket Training in Singapura, Malaysia, Hongkong, Philipina, Brunai, Vietnam, Timor Leste : Biaya mulai 25.000.000,- /peserta * Non Residential  jumlah minimal peserta 5 orang.

Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta,biaya transportasi, akomodasi, instruktur, staff dokumentasi, coffe break dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.

  • Fasilitas : Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.

jenis training

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*