PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP BINA DAYA ALAM– BNSP SKEMA SERTIFIKASI PENANGGUNG JAWAB PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

November 27, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

  1. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang menyatakan bahwa setiap Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Udara wajib memiliki sertifikat kompetensi.
  2. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga Profesional bagi dunia industry yang memerlukan tenaga penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Udara yang bersertifikat kompetensi.
  3. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan dunia Pendidikan yang memerlukan sertifikasi untuk Lembaga didiknya.

RUANG LINGKUP

  1. Pengguna skema sertifikasi ini adalah terdiri dari industri yang menghasilkan Pencemaran Udara.
  2. Ruang Lingkup yang termasuk dalam skema ini meliputi seluruh kompetensi yang diperlukan untuk jabatan Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Udara.

TUJUAN

  1. Memastikan dan memelihara kompetensi tenaga kerja untuk profesi bidang Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Udara .
  2. Sebagai acuan oleh LSP Bina Sumber Daya Manusia Handal Pengelolaan Limbah dan Sampah serta Asesor kompetensi dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bidang Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Udara.

UNIT KOMPETENSI

  • Jenis Kemasan : Okupasi
  • Nama Skema    : Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Udara.
  • Rincian Unit Kompetensi.
NO KODE UNIT UNIT KOMPETENSI
1. E.390000.001.01 Mengidentifikasi Sumber Pencemar Udara Dari Emisi
2. E.390000.002.01 Menentukan Karakteristik Sumber Pencemar Udara Dari Emisi
3. E.390000.003.01 Menilai Tingkat Pencemaran Udara Dari Emisi
4. E.390000.006.01 Melaksanakan Pengendalian Pencemaran Udara dari emisi
5. E.390000.007.01 Menentukan Peralatan Pengendalian Pencemaran Udara dari emisi
6. E.390000.008.01 Mengoperasikan Alat Pengendali Pencemaran Udara dari Emisi
7. E.390000.010.01 Menyusun Rencana         Pemantauan Pencemaran Udara Dari Emisi
8. E.390000.011.01 Melaksanakan Pemantauan Pencemaran Udara Dari Emisi
9. E.390000.012.01 Mengidentifikasi Bahaya Dalam Pengendalian Pencemaran Udara Dari Emisi
10. E.390000.013.01 Melakukan Tindakan K3 Terhadap Bahaya Dalam Pengendalian Pencemaran Udara Dari Emisi

PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI

  • Tingkat Pendidikan Paling Rendah :
    • S-1 ( Strata-1) Rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun di bidang pengendalian pencemaran udara;
    • S-1 (Strata-1) selain Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 3 (tiga) tahun di bidang pengendalian pencemaran udara;
    • D-3 (Diploma-Tiga) rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 3(tiga) tahun di bidang pengendalian pencemaran udara;
    • D-3 (Diploma-Tiga) selain Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 5 (lima) tahun di bidang pengendalian pencemaran udara;
    • Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah kejuaruan (SMK) dengan pengalaman kerja paling sedikit 7 (tujuh) tahun di bidang pengendalian pencemaran udara;
    Mendapatkan rekomendasi dari pimpinan usaha/ atau kegiatan;Mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan dan tulisan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari atasannya; danMemenuhi    kompetensi    sebagaimana    yang    dipersyaratkan    dalam    standar kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan di bidang terkait.

    Permohonan Sertifikasi yang dilengkapi dengan bukti :

    1. Pemohon mengajukan permohonan kepada LSP dan menggunakan Form yang dikeluarkan oleh LSP;
    2. Pemohon mengisi formulir Permohonan Sertifikasi (APL 01) yang dilengkapi dengan bukti:
      • Foto copy Identitas (KT[P/SIM/PASPOR)
      • Foto copy Ijazah terakhir
      • Pas Foto berwarna berukuran 3×4 seban;yak 3 lembar;
      • Fotocopy surat keterangan posisi kerja dari atasan;atau fotocopy surat pengalaman kerja dibidang terkait
      • Fofo copy Rekomendasi atasan;
      • Rekomendasi atasan mampu berbahasa Indonesia;
      • Foto copy sertifikat pelatihan bidang terkait;
    3. Pemohon yang memenuhi persyaratan sesuai dengan diatas , peserta diminta mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02) dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang mendukung.

    INSTRUKTUR DAN ASSESSOR

    Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi Serta Assesment with Assesor LSP BINA DAYA ALAM.

    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

    Alternatif Waktu Kegiatan :

    • 20-21 Januari 2020
    • 17 -18 Februari 2020
    • 16-17 Maret 2020
    • 20-21 April 2020
    • 11-12 Mei 2020
    • 22-23 Juni 2020
    • 20-21 Juli 2020
    • 24-25  Agustus 2020
    • 21-22  September 2020
    • 19-20  Oktober 2020
    • 23-24  November 2020
    • 14-15 Desember 2020

    Alternatif Tempat Kegiatan : read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP BINA DAYA ALAM– BNSP SKEMA SERTIFIKASI PENANGGUNG JAWAB OPERASIONAL INSTALASI PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

November 27, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

  1. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang menyatakan bahwa setiap Penanggung Jawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara wajib memiliki sertifikat kompetensi.
  2. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga Profesional bagi dunia industry yang memerlukan tenaga penanggung jawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara yang bersertifikat kompetensi.
  3. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan dunia Pendidikan yang memerlukan sertifikasi untuk Lembaga didiknya.

RUANG LINGKUP

  1. Pengguna skema sertifikasi ini adalah terdiri dari industri yang menghasilkan Pencemaran Udara.
  2. Ruang Lingkup yang termasuk dalam skema ini meliputi seluruh kompetensi yang diperlukan untuk jabatan Penanggung Jawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara.

TUJUAN

  1. Memastikan dan memelihara kompetensi tenaga kerja untuk profesi bidang Penanggung Jawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara .
  2. Sebagai acuan oleh LSP Bina Sumber Daya Manusia Handal Pengelolaan Limbah dan Sampah serta Asesor kompetensi dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bidang Penanggung Jawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara.

UNIT KOMPETENSI

  • Jenis Kemasan : Okupasi
  • Nama Skema    : Penanggung Jawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara.
  • Rincian Unit Kompetensi.
NOKODE UNITUNIT KOMPETENSI
1.E.390000.008.01Mengoperasikan alat Pengendali Pencemaran Udara Dari Emisi
2.E.390000.009.01Melakukan Perawatan Peralatan Pengendali Pencemaran Udara Dari Emisi
3.E.390000.003.01Menilai Tingkat Pencemaran Udara dari emisi
4.E.390000.012.01Mengidentifikasi Bahaya Dalam Pengendalian Pencemaran Udara Dari Emisi
5.E.390000.013.01Melakukan Tindakan K3 Terhadap Bahaya Dalam Pengendalian Pencemaran Udara Dari Emisi

PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI

  • Tingkat Pendidikan Paling Rendah :
    • D-3 (Diploma-Tiga) rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 1(satu) tahun dibidang Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara; atau
    • D-3 (Diploma-Tiga) selain Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun dibidang Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara; atau
    • Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan pengalaman kerja paling sedikit 4 (empat) tahun di bidang Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara.
    Mendapatkan rekomendasi dari pimpinan usaha/ atau kegiatan;Mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan dan tulisan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari atasannya; danMemenuhi    kompetensi    sebagaimana    yang    dipersyaratkan    dalam    standar kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan di bidang terkait.

    Permohonan Sertifikasi yang dilengkapi dengan bukti :

    1. Pemohon mengajukan permohonan kepada LSP dan menggunakan Form yang dikeluarkan oleh LSP;
    2. Pemohon mengisi formulir Permohonan Sertifikasi (APL 01) yang dilengkapi dengan bukti:
      • Foto copy Identitas (KT[P/SIM/PASPOR)
      • Foto copy Ijazah terakhir
      • Pas Foto berwarna berukuran 3×4 seban;yak 3 lembar;
      • Fotocopy surat keterangan posisi kerja dari atasan;atau fotocopy surat pengalaman kerja dibidang terkait
      • Fofo copy Rekomendasi atasan;
      • Rekomendasi atasan mampu berbahasa Indonesia;
      • Foto copy sertifikat pelatihan bidang terkait;
    3. Pemohon yang memenuhi persyaratan sesuai dengan diatas , peserta diminta mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02) dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang mendukung.

    INSTRUKTUR DAN ASSESSOR

    Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi Serta Assesment with Assesor LSP BINA DAYA ALAM.

    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

    Alternatif Waktu Kegiatan : read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP BINA DAYA ALAM– BNSP SKEMA SERTIFIKASI PENANGGUNG JAWAB PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

November 27, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

  1. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang menyatakan bahwa setiap Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air wajib memiliki sertifikat kompetensi.
  2. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga Profesional bagi dunia industry yang memerlukan tenaga penanggung jawab Pengendalian Pencemaran Air yang bersertifikat kompetensi.
  3. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan dunia Pendidikan yang memerlukan sertifikasi untuk peserta didiknya.

RUANG LINGKUP

  1. Pengguna skema sertifikasi ini adalah industri yang menghasilkan pencemaran air.
  2. Ruang Lingkup yang termasuk dalam skema ini meliputi seluruh kompetensi yang diperlukan untuk jabatan Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air.

TUJUAN

  1. Memastikan dan memelihara kompetensi tenaga kerja untuk profesi bidang Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air .
  2. Sebagai acuan oleh LSP Bina Sumber Daya Manusia Handal Pengelolaan Limbah dan Sampah serta Asesor kompetensi dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bidang Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air.

UNIT KOMPETENSI

  • Jenis Kemasan : Okupasi/Klaster
  • Nama Skema    : Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air
  • Rincian Unit Kompetensi.
NOKODE UNITUNIT KOMPETENSI
1.E.370000.001.01Mengidentifikasi Sumber Pencemaran Air Limbah
2.E.370000.002.01Menentukan Karakteristik Sumber Pencemaran Air Limbah
3.E.370000.003.01Menilai Tingkat Pencemaran Air Limbah
4.E.370000.006.01Menentukan peralatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
5.E.370000.007.01Mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah
6.E.370000.008.01Melaksanakan Daur Ulang Olahan Air Limbah
7.E.370000.010.01Menyusun Rencana Pemantauan Kualitas Air Limbah
8.E.370000.011.01Melaksanakan Pemantauan Kualitas Air Limbah
9.E.370000.012.01Mengidentifikasi Bahaya Dalam Pengolahan Air Limbah
  10.  E.370000.013.01Melakukan Tindakan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Bahaya Dalam Pengolahan Air Limbah

PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI

  • Tingkat pendidikan paling rendah :
    • S-2 ( Strata-2 );
    • S-1 ( Strata-1) Rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun di bidang pengendalian pencemaran air;
    • S-1 (Strata-1) selain Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 3 (tiga) tahun di bidang pengendalian pencemaran air;
    • D-3 (Diploma-Tiga) rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 3(tiga) tahun di bidang pengendalian pencemaran air;
    • D-3 (Diploma-Tiga) selain Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 5 (lima) tahun di bidang pengendalian pencemaran air;
    • Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah kejuaruan (SMK) dengan pengalaman kerja paling sedikit 7 (tujuh) tahun di bidang pengendalian pencemaran air;
    • Mendapatkan rekomendasi dari pimpinan usaha/ atau kegiatan;
    • Mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan dan tulisan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari atasannya; dan
    • Memenuhi kompetensi sebagaimana yang dipersyaratkan dalam standar kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan di bidang terkait.

    Permohonan Sertifikasi yang dilengkapi dengan bukti :

    1. Pemohon mengajukan permohonan kepada LSP dan menggunakan Form yang dikeluarkan oleh LSP;
    2. Pemohon mengisi formulir Permohonan Sertifikasi (APL 01) yang dilengkapi dengan bukti:
      • Foto copy Identitas (KT[P/SIM/PASPOR)
      • Foto copy Ijazah terakhir
      • Pas Foto berwarna berukuran 3×4 seban;yak 3 lembar;
      • Fotocopy surat keterangan posisi kerja dari atasan;atau fotocopy surat pengalaman kerja dibidang terkait
      • Fofo copy Rekomendasi atasan;
      • Rekomendasi atasan mampu berbahasa Indonesia;
      • Foto copy sertifikat pelatihan bidang terkait;
    3. Pemohon yang memenuhi persyaratan sesuai dengan diatas , peserta diminta mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02) dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang mendukung.

    INSTRUKTUR DAN ASSESSOR

    Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi Serta Assesment with Assesor LSP BINA DAYA ALAM.

    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

    Alternatif Waktu Kegiatan : read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP BINA DAYA ALAM– BNSP SKEMA SERTIFIKASI PENANGGUNG JAWAB OPERASIONAL PENGOLAHAN AIR LIMBAH

November 27, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

  1. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang menyatakan bahwa setiap Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah wajib memiliki sertifikat kompetensi.
  2. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga Profesional bagi dunia industry yang memerlukan tenaga penanggung jawab pengolahan air  limbah yang bersertifikat kompetensi.
  3. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan dunia Pendidikan dan pelatihan yang memerlukan sertifikasi untuk peserta didiknya.

RUANG LINGKUP

  1. Pengguna skema sertifikasi ini adalah terdiri dari industri yang menghasilkan limbah cair.
  2. Ruang Lingkup yang termasuk dalam skema ini meliputi seluruh kompetensi yang diperlukan untuk jabatan Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah.

TUJUAN

  1. Memastikan dan memelihara kompetensi tenaga kerja profesi bidang Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah.
  2. Sebagai acuan oleh LSP Bina Sumber Daya Manusia Handal Pengelolaan Limbah dan Sampah serta Asesor kompetensi dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bidang Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah.

UNIT KOMPETENSI

  • Jenis Kemasan : Okupasi
  • Nama Skema    : Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah .
  • Rincian Unit Kompetensi.
NOKODE UNIT UNIT KOMPETENSI
1. E.370000.007.01 Mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
2. E.370000.003.01 Menilai tingkat Pencemaran Air Limbah
3. E.370000.009.01 Melakukan Perawatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
4. E.370000.012.01 Mengidentifikasi Bahaya Dalam Pengolahan Air Limbah
5. E.370000.013.01 Melakukan Tindakan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Bahaya Dalam Pengolahan Air Limbah

PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI

  1. Tingkat Pendidikan Paling Rendah :
    • D-3 (Diploma-Tiga) rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 1(satu) tahun dibidang operasional pengolahan air limbah; atau
    • D-3 (Diploma-Tiga) selain Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun dibidang operasional pengolahan air limbah; atau
    • Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan pengalaman kerja paling sedikit 4 (empat) tahun di bidang operasional pengolahan air limbah.
  2. Mendapatkan rekomendasi dari pimpinan usaha/ atau kegiatan;
  3. Mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan dan tulisan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari atasannya; dan
  4. Memenuhi    kompetensi    sebagaimana    yang    dipersyaratkan    dalam    standar kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan di bidang terkait.

Permohonan Sertifikasi yang dilengkapi dengan bukti :

  1. Pemohon mengajukan permohonan kepada LSP dan menggunakan Form yang dikeluarkan oleh LSP;
  2. Pemohon mengisi formulir Permohonan Sertifikasi (APL 01) yang dilengkapi dengan bukti:
    • Foto copy Identitas (KT[P/SIM/PASPOR)
    • Foto copy Ijazah terakhir
    • Pas Foto berwarna berukuran 3×4 seban;yak 3 lembar;
    • Fotocopy surat keterangan posisi kerja dari atasan;atau fotocopy surat pengalaman kerja dibidang terkait
    • Fofo copy Rekomendasi atasan;
    • Rekomendasi atasan mampu berbahasa Indonesia;
    • Foto copy sertifikat pelatihan bidang terkait;
  3. Pemohon yang memenuhi persyaratan sesuai dengan diatas , peserta diminta mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02) dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang mendukung.

INSTRUKTUR DAN ASSESSOR

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi Serta Assesment with Assesor LSP BINA DAYA ALAM.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Alternatif Waktu Kegiatan :

  • 20-21 Januari 2020
  • 17 -18 Februari 2020
  • 16-17 Maret 2020
  • 20-21 April 2020
  • 11-12 Mei 2020
  • 22-23 Juni 2020
  • 20-21 Juli 2020
  • 24-25  Agustus 2020
  • 21-22  September 2020
  • 19-20  Oktober 2020
  • 23-24  November 2020
  • 14-15 Desember 2020

Alternatif Tempat Kegiatan : read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP BINA DAYA ALAM– BNSP SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI PENANGANAN LIMBAH B3

November 27, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

  1. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang menyatakan bahwa setiap Penanganan Limbah B3 wajib memiliki sertifikat kompetensi.
  2. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga Profesional bagi dunia industry yang memerlukan tenaga Penanganan Limbah B3 yang bersertifikat kompetensi
  3. Skema ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan dunia Pendidikan yang memerlukan sertifikasi untuk Lembaga didiknya.

RUANG LINGKUP

  1. Pengguna skema sertifikasi ini adalah terdiri dari industri yang menghasilkan limbah B3.
  2. Ruang Lingkup yang termasuk dalam skema ini meliputi seluruh kompetensi yang diperlukan untuk jabatan Penanganan Limbah B3.

TUJUAN

  1. Memastikan dan memelihara kompetensi tenaga kerja untuk profesi bidang Penanganan Limbah B3.
  2. Sebagai acuan oleh LSP Bina Sumber Daya Manusia Handal Pengelolaan Limbah dan Sampah serta Asesor kompetensi dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bidang Penanganan Limbah B3.

UNIT KOMPETENSI

  • Jenis Kemasan : Okupasi
  • Nama Skema    : Penanganan Limbah B3.
  • Rincian Unit Kompetensi.
KODE UNIT UNIT KOMPETENSI
  E.381200.001.01 Mengidentifikasi Sumber Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
  E.381200.003.01 Menilai        Tingkat        Pencemaran           Lingkungan         Sebagai Dampak Dari Paparan/Kontaminasi Limbah B3
E.381200.005.01 Mengevaluasi Hasil Analisis Limbah B3
E.381200.007.01 Merencanakan Minimasi Limbah B3
E.381200.008.01 Melaksanakan Minimasi Limbah B3
E.382200.003.01 Melakukan Perencanaan Penimbunan Limbah B3
E.382200.005.01 Melaksanakan pengolahan limbah B3
E.382200.006.01 Melakukan Pemanfaatan Limbah B3
  E.382200.009.01 Mengidentifikasi Sistem     Tanggap Darurat Dalam Pengelolaan Limbah B3
  E.382200.010.01 Melakukan Tindakan K3 Terhadap Bahaya Dalam Pengelolaan Limbah B3

PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI

  1. Minimal S1 Bidang Teknik Lingkungan dan Berpengalaman 3 Tahun di bidang B3;atau
  2. D3 Teknik Lingkungan dan Berpengalaman 5 Tahun;atau
  3. S1 Bidang lain dengan Pelatihan dan Berpengelaman 5 tahun.
  4. Mendapatkan rekomendasi dari pimpinan usaha/ atau kegiatan;
  5. Mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan dan tulisan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari atasannya; dan
  6. Memenuhi kompetensi sebagaimana yang dipersyaratkan dalam standar kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan di bidang terkait.

Permohonan Sertifikasi yang dilengkapi dengan bukti :

  1. Pemohon mengajukan permohonan kepada LSP dan menggunakan Form yang dikeluarkan oleh LSP;
  2. Pemohon mengisi formulir Permohonan Sertifikasi (APL 01) yang dilengkapi dengan bukti:
    • Foto copy Identitas (KT[P/SIM/PASPOR)
    • Foto copy Ijazah terakhir
    • Pas Foto berwarna berukuran 3×4 seban;yak 3 lembar;
    • Fotocopy surat keterangan posisi kerja dari atasan;atau fotocopy surat pengalaman kerja dibidang terkait
    • Fofo copy Rekomendasi atasan;
    • Rekomendasi atasan mampu berbahasa Indonesia;
    • Foto copy sertifikat pelatihan bidang terkait;
  3. Pemohon yang memenuhi persyaratan sesuai dengan diatas , peserta diminta mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02) dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang mendukung.

INSTRUKTUR DAN ASSESSOR

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi Serta Assesment with Assesor LSP BINA DAYA ALAM.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Alternatif Waktu Kegiatan :

  • 20-21 Januari 2020
  • 17 -18 Februari 2020
  • 16-17 Maret 2020
  • 20-21 April 2020
  • 11-12 Mei 2020
  • 22-23 Juni 2020
  • 20-21 Juli 2020
  • 24-25  Agustus 2020
  • 21-22  September 2020
  • 19-20  Oktober 2020
  • 23-24  November 2020
  • 14-15 Desember 2020

Alternatif Tempat Kegiatan : read more

PELATIHAN PROGRAM INOVASI DAN KREATIFITAS DESA

November 22, 2019 admin 0
PENDAHULUAN
Desa yaitu perwujudan atau kesatuan sosial, ekonomi, geografi, politik, serta kultural yang ada di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain (R. Binarto). Desa Inovatif yaitu suatu desa yang masyararakat yang tinggal di desa tersebut  dapat mengelola teknologi dalam  menyelesaikan permasalahan dan meningkatkan potensi yang dimiliki desa tersebut. Desa kreatif yaitu suatu desa yang masyararakat yang tinggal di desa tersebut  mampu mengelola potensi yang dimiliki dengan kreatifikas yang mereka miliki.
TUJUAN
– Memberikan peserta pelatihan pengetahuan dan pemahaman terkait peran penting inovasi dan kreatifitas bagi desa.
– Memberikan peserta pelatihan pengetahuan dan pemahaman terkait cara penggalian & pengembangan potensi-potensi desa dalam program inovasi dan kreatifitas desa.
MATERI
Ruang Lingkup Inovasi dan Kreatifitas Desa
Kebijakan Dalam Lingkup Inovasi dan Kreatifitas Desa
Pelaksanaan dalam Pengetahuan, Inovasi dan Kreatifitas Desa
Layanan dalam Program Inovasi dan Kreatifitas Desa
Penyusunan Struktur Organisasi Konsultan dan
Pendamping Dalam Program Inovasi dan Kreatifitas Desa
Relasi Beberapa Pihak dalam Pelaksanaan Program Inovasi dan Kreatifitas Desa
Mekanisme dan Prosedure dalam Pelaksanaan Program Inovasi dan Kreatifitas Desa.
PESERTA & INSTRUKTUR
PESERTA :
Perangkat Desa , Pengurus/pengelola Bumdes dan Pengurus Karang Taruna
INSTRUKTUR:
Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.
WAKTU , TEMPAT & FASILITAS
Tempat   | Hotel Jentra Dagen Malioboro
Waktu  |
20-22 Januari 2020
17 -19 Februari 2020
16-18 Maret 2020
20-22 April 2020
11-13 Mei 2020
22-24 Juni 2020
20-22 Juli 2020
24-26 Agustus 2020
21-23 September 2020
19-21 Oktober 2020
23-25 November 2020
14-16 Desember 2020
Fasilitas | Meeting Room, Coffee Break & Lunch, Modul Materi,Sertifikat, Training Kit, Goddie Bag/Tas Exclusive    
BIAYA
Private Training Regular Training
Rp. 8.500.000,- / peserta Rp. 6.500.000,- /peserta
Durasi 2 Hari Durasi 3 Hari
minimal 2 peserta maksimal 5 pesertaminimal 6 peserta maksimal 10 peserta

*Catatan :

  • Biaya tidak termasuk penginapan peserta.
LOKASI STUDI BANDING
Studi Banding akan dilaksanakan di BUMDes Banyu Gotro Banyuraden, Gamping, Sleman Yogyakarta.  

PELATIHAN ADVANCE INVESTIGASI & INTELEGENT BAGI ANGGOTA SECURITY / SATUAN PENGAMANAN (SATPAM)

September 28, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Intelijen, sebuah kata yang sangat memikat. Merangsang kita untuk ingin menelisik lebih dalam. Mendorong kita untuk membaca isi sebuah dokumen dengan label : Top Secret, Intelijen. Suatu kerahasiaan yang diungkap oleh orang-orang berkemampuan khusus, yang menarik perhatian banyak orang. Informasi Intelijen merupakan pedoman pengambilan keputusan yang sangat penting, bernuansa Strategis, resiko terendah, bahkan untuk menutupi terjadinya resiko atas kesalahan pengambilan keputusan.

Salah satu bentuk kegiatan rahasia atau sering dikenal dengan klandestin adalah prinsip kegiatan intelijen. Dalam klandestin diperlukan percakapan, tentu saja percakapan dalam kegiatan klandestin bukan seperti percakapan antar sahabat karib atau percakapan antara agen MLM dengan calon konsumen. Percakapan dalam kegiatan klandestin diperlukan teknik-teknik khusus. Ada tiga jenis percakapan dalam kegiatan klandestin yaitu wawancara, elisitasi, dan interogasi. Untuk dapat memanfaatkan ilmu intelijen tentu pelaku intelijen harus memahami teknik-teknik dalam kegiatan intelijen atau. Dalam kegiatan rahasia (girah)/klandestin, seorang agen intelijen bisa menggunakan berbagai teknik. Teknik dalam kegiatan klandestin tersebut antara lain pengamatan dan penggambaran, penyamaran, penjejakan (surveillance), percakapan yang biasanya dilakukan dengan teknik elisitasi, dan penyurupan untuk memasuki area sasaran. Penyamaran (penggunaan cover/kedok) dan percakapan klandestin merupakan beberapa hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh petugas intelijen baik secara basic maupun advance. read more

Training Pengetahuan Hak Pasien dan Keluarga (HPK) di Lingkungan Rumah Sakit

Juli 27, 2019 admin 0

Training Pengetahuan Hak Pasien dan Keluarga (HPK) di Lingkungan Rumah Sakit

PENDAHULUAN

Sebagaimana kita ketahui bersama, keberadaan pasien dan keluarganya di rumah sakit merupakan bentuk pribadi yang unik dengan sifat, sikap, perilaku yang berbeda-beda, kebutuhan pribadi, agama, keyakinan, dan nilai-nilai pribadi. Rumah sakit membangun kepercayaan dan komunikasi terbuka dengan pasien untuk memahami dan melindungi nilai budaya, psikososial, sertanilai spiritual setiap pasien. Hasil pelayanan pada pasien akan meningkat bila pasien dan keluarga yang tepat atau mereka yang berhak mengambil keputusandiikutsertakan dalam pengambilan keputusan pelayanan dan proses yang sesuaidengan harapan, nilai, serta budaya. Untuk mengoptimalkan hak pasien dalam pemberian pelayanan yang berfokus pada pasien dimulai dengan menetapkanhak tersebut, kemudian melakukan edukasi pada pasien serta staf tentang hak dan kewajiban tersebut. Para pasien diberi informasi tentang hak dan kewajiban mereka dan bagaimana harus bersikap. read more

Training Manajemen Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)

Juli 27, 2019 admin 0

Training Manajemen Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)

PENDAHULUAN

Training Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) – Promosi Kesehatan Rumah Sakit adalah upaya memberdayakan individu, kelompok dan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan, melalui pengetahuan, kemauan dan kemampuan, serta mengembangkan suasana yang mendukung, yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat, sesusai dengan social budaya dan kondisi setempat (Depkes RI, 1999).

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS) atau yang sekarang disebut dengan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) adalah penyuluhan kesehatan yang khusus dikembangkan untuk membantu pasien dan keluarganya untuk bisa menangani kesehatannya. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama yang berkesinambungan antara dokter dan pasien atau petugas kesehatan dengan pasien dan keluarganya. Selain itu efektivitas suatu pengobatan dipengaruhi juga oleh pola pelayanan masyarakat yang ada, sikap dan keterampilan para pelaksananya serta lingkungan, sikap, dan pola hidup pasien serta keluarganya. read more

Pelatihan Penilaian Prestasi Kerja PNS dan Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Juli 27, 2019 admin 0

Pelatihan Penilaian Prestasi Kerja PNS dan Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 46 Tahun 2011 dan PERKA BKN No. 1 Tahun 2013

PENDAHULUAN

Penilaian Prestasi Kerja PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No. 46 Tahun 2011 dan PERKA BKN No. 1 Tahun 2013. Dimana Penilaian Prestasi Kerja tersebut dilakukan secara sistematis atas dasar pencapaian hasil kerja pegawai atau Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang telah disepakati sebelumnya dengan tim Penilai. Penilaian Prestasi Kerja (PNS) dan Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) memiliki urutan yang berkaitan satu sama yaitu terlebih dahulu menyusun SKP yang kemudian diukur hasilnya melalui Penilaian Prestasi tersebut. read more

Bimtek Standar Kompetensi Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) Sesuai dengan Permen Pemberdayaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi No. 38 Tahun 2017 Tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN).

Juli 27, 2019 admin 0

Bimtek Standar Kompetensi Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN)

PENDAHULUAN

Jika berbicara tentang Bimtek Standar Kompetensi Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) maka sebagai pijakan hukum dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara RI No. 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) No. 7 Tahun 2013 Tentang Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Manajerial Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Peraturan untuk standar kompetensi tersebut dibuat dengan tujuan read more

Pelatihan Manajemen Pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Daerah Sesuai Dengan UU. RI No. 5 Tahun 2014

Juli 26, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Seperti kita ketahui bersama sejak mulai berlakunya otonomi daerah dan desentralisasi, membuat setiap pegawai negeri sipil (PNS) harus bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lebih unggul, baik untuk PNS pusat dan daerah. Hal ini tentu saja akan mendukung segala kebijakan baru yang ditentukan oleh pemerintahan, bahkan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat. Maka dari pada itu sangat diperlukan untuk memberikan diklat atau pelatihan, khususnya untuk pejabat struktural di masing-masing daerah baik level provinsi, wilayah kabupaten atau kota. read more

PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BAGI SKPD/OPD 

Juli 25, 2019 admin 0

PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BAGI SKPD/OPD

sesuai dengan Permendagri Nomor  86 Tahun 2017

PENDAHULUAN

Rencana strategis SKPD/OPD disusun untuk menjawab pertanyaan; (1) kemana pelayanan SKPD/OPD akan diarahkan pengembangannya dan apa yang hendak dicapai dalam 5 (lima) tahun mendatang; (2) bagaimana mencapainya dan; (3) langkah-langkah strategis apa yang perlu dilakukan oleh SKPD/OPD agar tujuan tercapai. Rencana strategis SKPD/OPD berfungsi untuk mengklarifikasikan secara eksplisit visi dan misi KDH Terpilih dan RPJMD, kemudian menerjemahkan secara strategis, sistematis, dan terpadu ke dalam tujuan, strategi, kebijakan, dan program prioritas SKPD/OPD serta tolok ukur pencapaiannya. Untuk mendapatkan dukungan yang optimal bagi implementasinya, proses penyusunan dokumen rencana strategis SKPD perlu membangun komitmen dan kesepakatan dari semua stakeholder (termasuk Forum Lintas Pelaku SKPD) untuk mencapai tujuan rencana strategis SKPD/OPD melalui proses yang transparan, demokratis, dan akuntabel dengan memadukan pendekatan teknokratis, demokratis, partisipatif, dan politis. read more

PELATIHAN PROSES PENDIRIAN BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)

Juli 12, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan salah satu harapan pemerintah dalam mendorong kemajuan pemerataan ekonomi di daerah dan pertumbuhan ekonomi mikro.

Peran serta BPR dalam melaksanakan berbagai usaha dalam membantu masyarakat daerah untuk memajukan ekonomi, memberikan kesadaran menabung, memberikan kredit, dan mewadahi pertumbuhan UKM/UMKM sangat diperlukan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia saat ini.

Harapan besar pemerintah tersebut tentunya harus didukung oleh kesiapan BPR dalam mengelola dan menyalurkan dana masyarakat dengan tata kelola yang baik, sehingga tujuan dan harapan pemerintah dapat tercapai. Dalam mendukung kesiapan BPR, pemerintah mendorong agar dilakukan perbaikan yang berkesinambungan pada BPR melalui peningkatan tata kelola yang baik (good corporate governance-GCG) dan penerapan manajemen risiko. read more

WORKHOP PERSIAPAN AKREDITASI PUSKESMAS SERTA PENERAPAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BULD) BAGI PUSKESMAS DAN UNIT KERJA SKPD DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN YANG OPTIMAL MENUJU AKREDITASI PUSKESMAS

Juli 12, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Akreditasi Puskesmas merupakan sebuah pengakuan (acknowledgement) kepada Puskesmas yang diberikan oleh pihak Lembaga Independen Penyelenggaraan Akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan melalui penilaian bahwa Puskesmas telah memenuhi Standar Pelayanan Puskesmas, telah memenuhi standar akreditasi sesuai ketetapan Menteri Kesehatan dalam menunjang serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang maksimal.

Beberapa tahun yang lalu, pemerintah merencanakan seluruh Puskesmas akan berubah statusnya menjadi BLUD (Badan Umum Layanan Daerah). Planning pemerintah tersebut dimengerti, dengan diubahnya menjadi BULD, Puskesmas bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakatdalam merealisasikan pola penyediaan pelayanan kesehatan berdasarkan prinsip efisiensi serta produktivitas tanpa memprioritaskan keuntungan an-sich. read more

DIKLAT SERVICE EXCELLENCE PUSKESMAS PELAKSANAAN DALAM MODEL PENGEMBANGAN SERVICE EXCELLENCE PUSKESMAS MENUJU LAYANAN YANG BERMUTU BERBASIS KESELAMATAN PASIEN DI ERA FKTP BLUD

Juli 12, 2019 admin 0

Pendahuluan

Sejak diterbitkannya UU tentang pelayanan publik pada tahun 2009, maka setiap institusi baik pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Berdasarkan himbauan Kemenkes RI terkait Layanan kesehatan di puskemas agar mampu mendorong layanan prima atau sering disebut Service Excellence. Hal ini bertujuan untuk layanan prima kepada masyarakat dapat terwujud dalam bentuk kepuasan pelanggan.

Disadari atau tidak di era FKTP BLUD Puskesmas dibangun untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ketika Anda berada di Puskesmas mungkin yang terlintas di pikiran adalah rasa takut dan bosan. Salah satu tujuan utama didirikan Puskesmas memang untuk memberikan pelayanan masyakarat. Tapi, banyak sekali Puskesmas yang hanya asal-asalan saja dalam melayani pasien mereka. Tidak sedikit dari tenaga medis yang memberikan pelayanan kurang memuaskan pasien dan pada akhirnya pasien kapok berobat di Puskesmas ebut. Bahkan hanya sebagian saja yang memberikan service excellent di Puskesmas kepada pasien. Padahal bukan hanya karyawan di bagian depan saja yang harus memberikan pelayanan prima, namun semua lini juga harus memberikan service excellent. read more

DIKLAT PENGELOLAAN BLUD PUSKESMAS “MANAJEMEN PENGELOLAAN KEUANGAN RUMAH SAKIT DALAM MENYONGSONG ERA BLUD GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN BISNIS SERTA MENCEGAH KERUGIAN DI BERBAGAI LINI”

Juli 12, 2019 admin 0

Pendahuluan

Beban puskesmas yang semakin tinggi yang sudah selayaknya menerapkan perihitungan secara total yang dianggap membebani biaya tarif layanan diklat. Gepap gempitnya promematika puskesmas sebagai pelayanan kesehatan yang tidak terlepas dari sarana dan prasarana diklat Puskesmas yang memadai untuk mendukung kinerja Puskesmas. Sarana dan prasana Puskesmas perlu menentukan perhitungan unit cost,khususnya di bidang pelaksanaan diklat, manajemen diklat, karana peran penting unit cost pelaksanaan diklat bagaimanan agar mampu menentukan beban biaya yang dianggarkan menjadi tepat sasaran.  Disi lain, dalam menentukan unit cost diklat yang urgen perlu adanya beban biaya anggaran dalam pendapatan agar pendapatan Puskesmas menjadi terjaga. Lagi-lagi banyaknya dana anggaran atau keuangan dari Puskesmas, makan perlu adanya perhitungan yang baik dan proporsional, sehingga beban kerja yang dianggarkan menjadi tepat sasaran. read more

BIMTEK TEKNIS PERHITUNGAN UNIT COST LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG DALAM PERHITUNGAN DIKLAT DI LINGKUNGAN PUSKESMAS GUNA MENENTUKAN BEBAN KERJA

Juli 12, 2019 admin 0

Pendahuluan

Beban puskesmas yang semakin tinggi yang sudah selayaknya menerapkan perihitungan secara total yang dianggap membebani biaya tarif layanan diklat. Gepap gempitnya promematika puskesmas sebagai pelayanan kesehatan yang tidak terlepas dari sarana dan prasarana diklat Puskesmas yang memadai untuk mendukung kinerja Puskesmas. Sarana dan prasana Puskesmas perlu menentukan perhitungan unit cost,khususnya di bidang pelaksanaan diklat, manajemen diklat, karana peran penting unit cost pelaksanaan diklat bagaimanan agar mampu menentukan beban biaya yang dianggarkan menjadi tepat sasaran.  Disi lain, dalam menentukan unit cost diklat yang urgen perlu adanya beban biaya anggaran dalam pendapatan agar pendapatan Puskesmas menjadi terjaga. Lagi-lagi banyaknya dana anggaran atau keuangan dari Puskesmas, makan perlu adanya perhitungan yang baik dan proporsional, sehingga beban kerja yang dianggarkan menjadi tepat sasaran. read more

BIMTEK MANAJEMEN PUSKESMAS BLUD DAN NON BLUD SERTA PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA SDM PUSKESMAS

Juli 12, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Puskesmas sebagai tulang punggung penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah kerjanya berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. untuk melaksanakan upaya kesehatan baik upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dibutuhkan manajemen Puskesmas yang dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan agar menghasilkan kinerja Puskesmas yang efektif dan efisien. read more

PELATIHAN BASIC CARGO

Juni 11, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Cargo dapat diartikan yaitu barang-barang/semua yang dikirim melalui udara, laut dan air yang biasanya diperdagangkan, baik antar kota di dalam negeri maupun antar negara.

TUJUAN

  1. Peserta ini diharapkan dapat memahami aturan penanganan pengiriman barang / cargo.
  2. Peserta ini diharapkan dapat memahami cara pengiriman cargo.
  3. Peserta ini diharapkan mampu menjelaskan kembali tata cara penanganan pengiriman cargo baik general cargo maupun special cargo
  4. Peserta ini diharapkan mampu mengklasifikasikan Dangerous Goods.
  5. Peserta ini diharapkan dapat memahami penanganan irregularity & Klaim kehilangan, kerusakan cargo

MATERI

  • Definisi Kargo
  • Penerimaan Kargo
  • Tariff & Biaya Kargo
  • Surat Muatan
  • Pemeriksaan Kargo
  • Pelacakan kargo, Klaim & Refund

PESERTA

Level  Staff atau  Manager yang menangani kargo misal Perusahaan Cargo dan Perusahaan Logistik

PEMATERI/INSTRUKTUR

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi. read more

MANAGEMENT SUPERVISION FOR PRODUCTION SUPERVISOR

Mei 22, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Pelatihan ini adalah salah satu program pelatihan yang diberikan untuk supervisor produksi. Kompetensi yang wajib dipunyai oleh seorang supervisor, yaitu

  • Technical Skill yang terdiri dari mulai tahap awal perencanaan, pengorgaisasian, pengarahan dan tindak lanjut.
  • Human skill  yang terdiri dari communication skill yang baik kepada staff dan memahami permasalahan yang dihadapi staff.

Pelatihan ini fokus pada 4 aspek yang harus dikuasai diantaranya yaitu Bagaimana Me-manage Performa, Bagaimana Me-manage Diri Sendiri, Bagaimana Me-manage Orang Lain/Staff dan Bagaimana Me-manage prioritas dan pekerjaan.

TUJUAN

  1. Peserta diharapkan dapat memahami prinsip Supervisi Produksi
  2. Peserta diharapkan dapat memahami aturan dan fungsi Supervisi Produksi
  3. Peserta diharapkan dapat memahami sistem dalam Manajemen Produksi

MATERI

  • Pengenalan Perusahaan
  • Prinsip Dalam Menyusun Visi dan Misi, Tujuan Perusahaan
  • Production Management
  • Coaching, Counseling & Mentoring
  • Teknik Dalam Memberikan  Imbal Balik/Feed Back Yang Baik
  • Comunnication Skill
  • Motivation
  • Timming Management
  • Manajemen Dalam Mengatasi Tipe-Tipe Staff /Bawahan

PESERTA

  1. Manajer
  2. Supervisor

METODE

  1. Pemahaman Konsep
  2. Diskusi Kasus
  3. Role play
  4. Game

PEMATERI

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi. read more

Pelatihan Kepemimpinan ( Leadership) bagi Kepala Bangsal/Instalasi/Unit di Lingkungan Rumah Sakit

Februari 13, 2019 admin 0

Pelatihan Kepemimpinan ( Leadership) bagi Kepala Bangsal/instalasi/Unit di Lingkungan Rumah Sakit

PENDAHULUAN

Banyak orang mengira bahwa kepemimpinan di rumah sakit hanya bisa terpusat pada jajaran direktur rumah sakit saja. Padahal sebenarnya kepemimpinan harus ada disetiap orang yang memimpin unit baik pada jalur struktural maupun jalur fungsional, atau disetiap lini di rumah sakit. Kita sadar bahwa kepemimpinan direktur rumah sakit akan memiliki pengaruh yang cukup besar, karena sifat masyarakat kita yang masih menganut paternalistik. Pimpinan puncak harus seperti apa yang dibayangkan oleh para karyawannya. Berkaitan dengan hal tersebut maka pemimpin puncak harus berani melakukan perubahan mendasar untuk secara aktif menciptakan pemimpin-pemimpin pada tingkat menengah dan bawah. Sebagai gambaran, diperlukan pemimpin klinis dikalangan dokter dan pemimpin-pemimpin lain pada tingkatan yang berbeda diseluruh unit organisasi rumah sakit. read more

Pelatihan Kepemimpinan ( Leadership) bagi Direktur Rumah Sakit

Februari 13, 2019 admin 0

Pelatihan Kepemimpinan ( Leadership) bagi Direktur Rumah Sakit

PENDAHULUAN

Rumah sakit merupakan sebuah organisasi yang besar yang padat modal dan padat karya, yang mana seperti kita ketahui bersama untuk menjalankan kepemimpinan di organisasi yang besar diperlukan pemikiran dan tindakan yang besar pula serta kebijakan dan keputusan yang matang, bukanlah perkara mudah menjalankan hal tersebut. Di perlukan keterampilan dan kemampuan yang luar biasa dan pemahaman akan teori – teori serta metode dalam melaksanakan kepemimpinan yang baik dari organisasi tersebut. Kebutuhan jiwa kepemimpinan pada setiap pimpinan di rumah sakit saat ini jauh lebih besar daripada masa lalu, karena struktur organisasi rumah sakit saat ini sangat rumit dan menghadapi berbagai tantangan yang sangat kuat baik dari tekanan internal maupun eksternal organisasi. Kepemimpinan merupakan suatu sumber daya sosial utama dan sangat penting. read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP ELEKTRONIKA-ENGINEER PENGUJIAN DAN KOMISIONING SISTEM

Februari 13, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Elektroteknika adalah lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Lembaga ini memfasilitasi  calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi  melalui Proses Sertifikasi dan membantu mempercepat pengakuan industri  (Dalam negeri dan  luar negeri/ MEA) dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi di bidang Elektroteknika.

KODE UNITUNIT KOMPETENSI
C.282900.012.01Memelihara Lingkungan di tempat kerja
C.282900.013.01Memelihara Efektivitas Hubungan di Tempat kerja
J.63OPR00.001.2Menggunakan Perangkat Komputer
C.282900.036.01Menguji sistem otomasi
C.282900.037.01Melaksanakan Komisioning Sistem

MAKSUD & TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Sertifikat Kompetensi merupakan  bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sertifikat kompetensi didapat ketika calon tenaga kerja / tenaga kerja telah lulus dalam tahap asesmen/uji kompetensi. Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP ELEKTRONIKA-ENGINEER PERENCANAAN SISTEM

Februari 13, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Elektroteknika adalah lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Lembaga ini memfasilitasi  calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi  melalui Proses Sertifikasi dan membantu mempercepat pengakuan industri  (Dalam negeri dan  luar negeri/ MEA) dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi di bidang Elektroteknika.

KODE UNITUNIT KOMPETENSI
C.282900.012.01Memelihara Lingkungan di tempat kerja
C.282900.013.01Memelihara Efektivitas Hubungan di Tempat kerja
J.63OPR00.001.2Menggunakan Perangkat  Komputer
C.282900.045.01Merancang Sistem Otomasi Industri

MAKSUD & TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Sertifikat Kompetensi merupakan  bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sertifikat kompetensi didapat ketika calon tenaga kerja / tenaga kerja telah lulus dalam tahap asesmen/uji kompetensi. Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP ELEKTRONIKA-ENGINEER PERENCANAAN PROGRAM SOFTWARE DAN SISTEM SCADA

Februari 13, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Elektroteknika adalah lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Lembaga ini memfasilitasi  calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi  melalui Proses Sertifikasi dan membantu mempercepat pengakuan industri  (Dalam negeri dan  luar negeri/ MEA) dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi di bidang Elektroteknika.

KODE UNITUNIT KOMPETENSI
C.282900.012.01Memelihara Lingkungan di tempat kerja
C.282900.013.01Memelihara Efektivitas Hubungan di Tempat kerja
J.63OPR00.001.2Menggunakan Perangkat Komputer
C.282900.043.01Merancang diagram alur program software
C.282900.044.01Merancang sistem SCADA

MAKSUD & TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Sertifikat Kompetensi merupakan  bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sertifikat kompetensi didapat ketika calon tenaga kerja / tenaga kerja telah lulus dalam tahap asesmen/uji kompetensi. Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. read more

No Image

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP ELEKTRONIKA-DESIGNER/ PERANCANG SISTEM PNEUMATIK DAN HIDROLIK

Februari 13, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Elektroteknika adalah lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Lembaga ini memfasilitasi  calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi  melalui Proses Sertifikasi dan membantu mempercepat pengakuan industri  (Dalam negeri dan  luar negeri/ MEA) dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi di bidang Elektroteknika.

KODE UNITUNIT KOMPETENSI
C.282900.012.01Memelihara Lingkungan di tempat kerja
C.282900.013.01Memelihara Efektivitas Hubungan di Tempat kerja
J.63OPR00.001.2Menggunakan Perangkat  Komputer
C.282900.039.01Merancang peralatan dan sistem pneumatik
C.282900.041.01Merancang peralatan dan sistem hidrolik

MAKSUD & TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Sertifikat Kompetensi merupakan  bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sertifikat kompetensi didapat ketika calon tenaga kerja / tenaga kerja telah lulus dalam tahap asesmen/uji kompetensi. Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP ELEKTRONIKA-DESIGNER/ PERANCANG SISTEM KELISTRIKAN DAN ELEKTRONIK

Februari 13, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Elektroteknika adalah lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Lembaga ini memfasilitasi  calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi  melalui Proses Sertifikasi dan membantu mempercepat pengakuan industri  (Dalam negeri dan  luar negeri/ MEA) dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi di bidang Elektroteknika.

KODE UNITUNIT KOMPETENSI
C.282900.012.01Memelihara Lingkungan di tempat kerja
C.282900.013.01Memelihara Efektivitas Hubungan di Tempat kerja
J.63OPR00.001.2Menggunakan Perangkat Komputer
C.282900.038.01Merancang peralatan dan sistem kelistrikan
C.282900.040.01Merancang peralatan dan sistem elektronika

MAKSUD & TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Sertifikat Kompetensi merupakan  bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sertifikat kompetensi didapat ketika calon tenaga kerja / tenaga kerja telah lulus dalam tahap asesmen/uji kompetensi. Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP ELEKTRONIKA-TEKNISI MENULIS PROGRAM

Februari 13, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Elektroteknika adalah lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Lembaga ini memfasilitasi  calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi  melalui Proses Sertifikasi dan membantu mempercepat pengakuan industri  (Dalam negeri dan  luar negeri/ MEA) dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi di bidang Elektroteknika.

KODE UNITUNIT KOMPETENSI
C.282900.012.01Memelihara Lingkungan di tempat kerja
C.282900.013.01Memelihara Efektivitas Hubungan di Tempat kerja
J.63OPR00.001.2Menggunakan Perangkat Komputer
C.282900.035.02Menulis program software

MAKSUD & TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Sertifikat Kompetensi merupakan  bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sertifikat kompetensi didapat ketika calon tenaga kerja / tenaga kerja telah lulus dalam tahap asesmen/uji kompetensi. Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. read more

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP ELEKTRONIKA-TEKNISI PEMELIHARAAN SISTEM SCADA

Februari 13, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Elektroteknika adalah lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Lembaga ini memfasilitasi  calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi  melalui Proses Sertifikasi dan membantu mempercepat pengakuan industri  (Dalam negeri dan  luar negeri/ MEA) dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi di bidang Elektroteknika.

KODE UNITUNIT KOMPETENSI
C.282900.012.01Memelihara Lingkungan di tempat kerja
C.282900.013.01Memelihara Efektivitas Hubungan di Tempat kerja
C.282900.027.01Memelihara sistem SCADA
C.282900.034.01Menginstal system Supervising Control and Data Acuatition (SCADA)

MAKSUD & TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Sertifikat Kompetensi merupakan  bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sertifikat kompetensi didapat ketika calon tenaga kerja / tenaga kerja telah lulus dalam tahap asesmen/uji kompetensi. Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. read more

Perencanaan dan Penetapan Strategi Marketing dalam Upaya Meningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit

Februari 12, 2019 admin 0

Perencanaan dan Penetapan Strategi Marketing dalam Upaya

Meningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit

PENDAHULUAN

Banyak indikator untuk menilai keberadaan suatu Rumah Sakit, di antaranya yaitu AvLOS (Average Length of Stay), TOI (Turn Over Interval), BTO (Bed Turn Over) dan salah satunya yang popoler adalah Bed Occupancy Rate atau sering disingkat “BOR”  yaitu jumlah atau tingkat Pemakaian Tempat Tidur Rumah Sakit atau dapat memberikan gambaran  tinggi-rendahnya penggunaan tempat tidur suatu rumah sakit, disamping itu juga BOR dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan dan pengembangan suatu rumah sakit. BOR  dihitung dengan rumus  jumlah total hari perawatan dari keseluruhan pasien rawat inap dalam setahun dibagi dengan jumlah tempat tidur yang ada, hasilnya dibagi dengan jumlah hari dalam tahun  dan dinyatakan dalam presentase. BOR yang Ideal untuk suatu rumah sakit adalah 60-80%.

Menurut Sudra (2010:44) nilai ideal BOR dikatakan secara statistik semakin tinggi nilai BOR berarti semakin tinggi pula penggunaan tempat tidur yang tersedia untuk perawatan pasien. Namun perlu diperhatikan pula bahwa semakin banyak pasien yang dilayanai berarti semakin sibuk dan semakin berat pula beban kerja petugas kesehatan di unit tersebut. Akibatnya, pasien kurang mendapatkan perhatian yang dibutuhkan dalam proses perawatan. Pada akhirnya, peningkatan BOR yang terlalu tinggi ini justru bisa menurunkan kualitas kinerja tim medis dan menurukan kepuasan serta keselamatan pasien. Di sisi lain, semakin rendah BOR berarti semakin sedikit tempat tidur yang digunakan untuk merawat pasien dibandingkan dengan tempat tidur yang telah disediakan. Dengan kata lain, jumlah pasien yang sedikit ini bisa menimbulkan kesulitan pendapatan ekonomi bagi pihak rumah sakit.

Maka untuk itu seluruh jajaran manajemen untuk duduk bersama guna pemilihan dan penetapan strategi marketing yang handal yang diyakini bisa “mendongkrak” prosentse BOR yang ideal.

TUJUAN

  1. Memberikan peserta pelatihan pengetahuan dan pemahaman terkait indikator-indikator yang mempengaruhi tinggi/rendahnya tingkat prosentase BOR di sebuah Rumah Sakit.
  2. Memberikan peserta pelatihan pengetahuan dan pemahaman terkait penerapan peran strategi marketing yang mempenaruhi BOR di sebuah Rumah Sakit..
  3. Memberikan peserta pelatihan pengetahuan dan pemahaman terkait cara menjaga kestabilan tingkat prosentase BOR di sebuah Rumah Sakit.

MATERI

  1. Peran dan Fungsi tingkat prosentase BOR di sebuah Rumah Sakit
  2. BOR Vs Visite rate (angka kunjungan)
  3. Ruang Lingkup Marketing RS
  4. Penetapan Startegi Marketing guna menjaga BOR RS tetap Stabil
  5. Kebijakan Pimpinan dalam menjaga BOR RS tetap Stabil
  6. Simulasi perhitungan BOR Rumah Sakit
  7. Study Kasus

PESERTA

  1. Manager Marketing Rumah Sakit
  2. Manager Pengembangan Bisnis
  3. Kepala Bansal Perawatan
  4. Staff Marketing Rumah Sakit
  5. Staff bidang lain yang relevan

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi

METODE

  1. Penyampaian konsep
  2. Diskusi kelompok
  3. Simulasi/Praktek
  4. Studi kasus

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Alternatif Waktu Kegiatan :

  • 23-25 Januari 2020
  • 18 -20 Februari 2020
  • 24-26 Maret 2020
  • 20-22 April 2020
  • 18-20 Mei 2020
  • 22-24 Juni 2020
  • 20-22 Juli 2020
  • 24-26 Agustus 2020
  • 21-23 September 2020
  • 26-28 Oktober 2020
  • 23-25 November 2020
  • 14-16 Desember 2020

Alternatif Tempat Kegiatan :

  1. Hotel Pesonna Malioboro Yogyakarta
  2. Hotel Jentra Dagen Malioboro Yogyakarta
  3. Hotel Forriz Yogyakarta

BIAYA KEGIATAN

Private Training

  • 8.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Meeting Room, Lunch & Coffe Break, Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.
  • read more

    PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP ELEKTRONIKA-TEKNISI PEMELIHARAAN SISTEM ROBOT

    Februari 12, 2019 admin 0

    PENDAHULUAN

    LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Elektroteknika adalah lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Lembaga ini memfasilitasi  calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi  melalui Proses Sertifikasi dan membantu mempercepat pengakuan industri  (Dalam negeri dan  luar negeri/ MEA) dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi di bidang Elektroteknika.

    KODE UNITUNIT KOMPETENSI
    C.282900.012.01Memelihara Lingkungan di tempat kerja
    C.282900.013.01Memelihara Efektivitas Hubungan di Tempat kerja
    C.282900.026.01Memelihara sistem robot (handling system)

    MAKSUD & TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

    Sertifikat Kompetensi merupakan  bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sertifikat kompetensi didapat ketika calon tenaga kerja / tenaga kerja telah lulus dalam tahap asesmen/uji kompetensi. Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. read more

    PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI/SERTIFIKASI LSP ELEKTRONIKA-TEKNISI PEMELIHARAAN SISTEM

    Februari 12, 2019 admin 0

    PENDAHULUAN

    LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Elektroteknika adalah lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Lembaga ini memfasilitasi  calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi  melalui Proses Sertifikasi dan membantu mempercepat pengakuan industri  (Dalam negeri dan  luar negeri/ MEA) dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi di bidang Elektroteknika.

    KODE UNITUNIT KOMPETENSI
    C.282900.012.01Memelihara Lingkungan di tempat kerja
    C.282900.013.01Memelihara Efektivitas Hubungan di Tempat kerja
    C.282900.022.01Memelihara sistem kelistrikan
    C.282900.023.01Memelihara sistem pneumatik
    C.282900.024.01Memelihara sistem elektronik
    C.282900.025.01Memelihara sistem Hidroloik

    MAKSUD & TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

    Sertifikat Kompetensi merupakan  bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sertifikat kompetensi didapat ketika calon tenaga kerja / tenaga kerja telah lulus dalam tahap asesmen/uji kompetensi. Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. read more