Pelatihan Food Safety Audit

sayur

PENDAHULUAN

Makanan aman dan sehat sangat penting bagi karyawan untuk mendapatkan nutrisi berkecukupan. Makanan yang di konsumsi tidak boleh membahayakan konsumennya, baik melalui faktor biologis, kimiawi atau melalui kontaminan lainnya. Food safety dan kualitas yang dikontrol akan menjamin makanan yang dikonsumsi aman, baik melalui seluruh siklus pembuatannya, seperti produksi makan, penanganannya, proses, pengepakan, penyiapannya maupun penyajiannya.

Sebgaimana kita ketahui food saftey adalah sistem manajemen keamanan pangan yang dapat membantu organisasi untuk mengurangi risiko bahaya yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Sistem-sistem manajemen ini juga tidak hanya memperhitungkan aturan dasar dalam membuat makanan dan praktek kerja yang dapat diterima secara benar, tetapi juga meliputi renncana-rencana yang memungkinkan untuk terjadinya kesalahan dalam pengolahan sehingga dimungkinkan untuk penarikan kembali produk. Semua jenis praktek tersebut membentuk dasar suatu sistem manajemen keamanan pangan.

Standar ini mencakup elemen kunci untuk membentuk keamanan pangan, dimana salah satu elemen kunci tersebut adalah HACCP yang dirancang untuk digunakan pada semua segmen industry pangan mulai perencanaan, penerimaan material, pengolahan, pabrikasi, distribusi dan penjualan sampai pada penyiapan makanan untuk dikonsumsi. Elemen kunci lain seperti GMP yang diterapkan saat ini (Good Manufacturing Practices) merupakan suatu dasar yang yang penting bagi keberhasilan pengembangan dan penerapan rencana HACCP. Sistem keamanan pangan yang didasarkan pada HACCP telah diterapkan dengan sukses pada pabrik pengolahan makanan, toko penjual makanan dan operasi jasa pelayanan makanan.

Berikut adalah perundang-undangan yang terkait dengan program Food Safety:

  1. SE Menakertrans RI no. SE.01/Men/1979
  2. Instruksi Menakertrans RI no. Ins.01/Men/1988
  3. SE Dirjen Binawas no. SE.86/BW/1989
  4. Instruksi Menakertrans RI no. Ins.03/M/BW/1999
  5. Kepmenkes no 907/2002 tentang Monitoring Kualitas air minum.
  6. Kepmenkes no. 715 tahun 2003 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga

TUJUAN.

Tujuan dari audit adalah memastikan apakah upaya pengaturan penyediaan makanan telah secara efisien dan secara efektif mengurangi risiko dari penyakit yang timbul akibat makanan, meliputi :

  1. Mengkaji apakah proses penyediaan makanan dimulai dari penyiapan sampai kepada penyajiannya telah memenuhi norma keselamatan dan kesehatan, serta mampu menekan kemungkinan penyakit bawaan makanan.
  2. Menilai apakan peran organisasi dan tanggung jawab di perusahaan telah mendukung program diatas.
  3. Mengukur pencapaian dari kinerja upaya pendidikan dan promosi kesehatan di bidang ini.
  4. Menilai apakah persyaratan perundangan telah dilaksanakan dalam program ini, sesuai dengan apa yang diharapkan

MATERI

  1. Proses produksi makan, meliputi :
  2. Aspek bangunan dan fasilitas : Suplai air, penanganan limbah domestik, fasilitas ganti dan toilet, fasilitas cuci tangan, fasilitas disinfeksi, pencahayaan, ventilasi, dsb.
  3. Food handling :Thawing, pendinginan, proses memasak, pemanasan ulang, penyajian, mencegah kontaminasi silang, dsb.
  4. Peralatan dan Utensil
  5. Transportasi
  6. Persyaratan Hygiene dan sanitasi, meliputi :
  7. Cleaning & disinfection
  8. Hygiene control
  9. Penampungan & pembuangan limbah
  10. Pest control & domestic animals
  11. Personal Hygiene & Aspek Kesehatan, mencakup :
  12. Pelatihan mengenai higiene
  13. Pemeriksaan kesehatan
  14. Kebersihan dan kebiasan perorangan
  15. Penggunaan sarung tangan
  16. Supervisi, dsb.
  17. Quality Control, mencakup : Labeling, HACCP dan Safety samples.
  18. Food Safety Audit Process & Report : Bagaimana melaksanakan audit terhadap Food Safety system yang ada.

PESERTA

  1. Senior Staf Satuan Pengawas Internal
  2. Senior Staf Departemen Kepatuhan
  3. Manajer/Supervisor/Staf HSE
  4. Dokter/ Paramedik Perusahaan
  5. General Service Staf, Seluruh staf dan tim teknis pengelolaan makanan perusahaan.

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Opsi Waktu :

  • 23-25 November 2018
  • 24-26 Desember 2018
  • 17-19 Januari 2019
  • 18-20 Februari 2019
  • 21-23 Maret 2019
  • 25-27 April 2019
  • 6-8 Mei 2019
  • 24-26 Juni 2019
  • 18-20 Juli 2019
  • 19-21 Agustus 2019
  • 12-14 September 2019
  • 21-23 Oktober 2019
  • 28-30 November 2019
  • 16-18 Desember 2019

Opsi Tempat :

  1. Hotel Mutiara Yogyakarta
  2. Hotel Pesonna Malioboro Yogyakarta
  3. Hotel Jentra Dagen Malioboro Yogyakarta
  4. Hotel LPP Garden Yogyakarta
  5. Hotel LPP Convention

BIAYA KEGIATAN

Private Training

  • Rp. 8.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Lunch & Coffe Break,Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

Regular Training

  • Rp. 6.000.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Lunch & Coffe Break,Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

In House Training

  • Paket A : Rp. 4.500.000,- /peserta * Non Residential jika kuota peserta 10-15 orang
  • Paket B : Rp. 4.000.000,- /peserta * Non Residential jika kuota peserta 16-20 orang
  • Paket C : Rp. 3.500.000,- /peserta * Non Residential jika kuota peserta lebih dari 21 orang
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta,biaya transportasi,akomodasi, instruktur, staff dokumentasi, coffe break dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
  • Fasilitas : Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

jenis training

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*