JASA PEMBUATAN STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN KARAOKE KELUARGA


PENDAHULUAN

Studi Kelayakan (Feasibility Study) adalah kajian yang dilihat dari berbagai segi aspek baik aspek legalitas, aspek teknis, pemasaran, sosial ekonomi maupun manajemen dan keuangan, yang hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan suatu proyek dijalankan, ditunda, atau tidak dijalankan

Karaoke merupakan salah satu sarana hiburan yang sedang berkembang dan diminati masyarakat saat ini, untuk mendirikan sarana hiburan karaoke keluarga ,

penulis melakukan perhitungan mengenai kelayakan dari proyek pembangunan karaoke tersebut, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah proyek tersebut layak berdasarkan aspek pasar, teknis, finansial serta hukum dan dampak sosial. Sehingga bisa diketahui apakah sarana hiburan karaoke ini layak untuk dilaksanakan atau tidak.

Sedangkan berdasarkan analisis aspek hukum dan sosial, dapat disimpulkan bahwa proyek pembuatan sarana karaoke ini terpenuhi untuk direalisasikan karena dapat memenuhi semua aspek legal yang dibutuhkan dan memiliki dampak positif yang lebih besar daripada dampak negatifnya.

Sehingga secara keseluruhan proyek pembangunan sarana karaoke keluarga ini layak untuk dilaksanakan.

TUJUAN

  • Menjadi dasar acuan dalam mewujudkan Rencana Pembangunan dan Pendirian Karaoke Keluarga
  • Menjadi acuan bagi pengelola Restoran maupun bagi konsultan perencana sehingga masing-masing pihak dapat memiliki persepsi yang sama.
  • Menjadi pemenuhan salah satu persyaratan pengurusan Ijin Pendirian Karaoke Keluarga

RUANG LINGKUP

  • Analisis Lingkungan/ Situasi Kecenderungan Aspek Internal dan Eksternal,
  • Analisis Permintaan terkait Kelayakan dari Aspek-aspek yang dapat mempengaruhinya,
  • Analisis Kebutuhan dan Analisis Keuangan
  • Rekomendasi Kelayakan dari Rencana Pendirian atau Pendirian Karaoke Keluarga

TAHAPAN

BIAYA DAN WAKTU PEMBUATAN

Biaya yang di butuhkan untuk pembuatan Studi Kelayakaan ini mulai Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) tergantung dari luasnya bidang usaha. Waktu Pengerjaan minimal 3 bulan dan maksimal 6 bulan setelah penandatangan perjanjian/MOU.

MEKANISME PEMBAYARAN

Jika nilai proyek kurang dari Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah), maka dibagi dalam 2 termin. Termin pertama 70 % diberikan di awal setelah kedua belah pihak menandatangani perjanjian /MOU dan sisanya termin ke dua 30% setelah pekerjaan selesai ditandai dengan penyerahan dokumen Studi Kelayakkan (Feasibility Study)
Namun jika nilai proyek lebih dari Rp. 600.000.000 (enam ratus juta rupiah), maka dibagi dalam 2 termin. Termin pertama 50 %, diberikan di awal setelah kedua belah pihak menandatangani perjanjian/MOU dan sisanya termin kedua 50% dibayarkan setelah pekerjaan diselesaikan ditandai dengan penyerahan dokumen Studi Kelayakkan (Feasibility Study).

Jika pekerjaan dilakukan diluar kota Yogyakarta, biaya transportasi dan akomodasi untuk survey awal yang dilakukan oleh tim survey akan dibebankan kepada pihak klien.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*