PENDAHULUAN
Kesehatan ibu dan anak merupakan isu global yang terus menjadi perhatian. Angka kematian ibu dan bayi baru lahir masih menjadi tantangan besar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meskipun telah terjadi kemajuan signifikan dalam upaya meningkatkan kesehatan maternal dan neonatal, namun masih terdapat kesenjangan yang perlu diatasi.
Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus mendorong negara-negara anggota untuk meningkatkan kualitas pelayanan obstetri dan neonatal. Hal ini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir secara signifikan pada tahun 2030.
Di Indonesia, upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir telah dilakukan secara intensif. Pemerintah telah meluncurkan berbagai program dan kebijakan, salah satunya adalah program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Program PONEK bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang berkualitas dan terjangkau, terutama di daerah-daerah terpencil.
Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam penyelenggaraan program PONEK di Indonesia, antara lain:
- Keterbatasan sumber daya: Terbatasnya tenaga kesehatan yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai, serta ketersediaan obat-obatan dan perlengkapan medis.
- Akses layanan: Masih banyak masyarakat, terutama di daerah terpencil, yang sulit mengakses layanan kesehatan, termasuk pelayanan PONEK.
- Kurangnya pengetahuan dan kesadaran: Masyarakat masih kurang memahami pentingnya pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, serta tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai.
Melihat kondisi tersebut, pelatihan PONEK menjadi sangat penting untuk:
- Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan obstetri dan neonatal yang berkualitas.
- Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan PONEK.
- Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia, serta mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
TUJUAN PELATIHAN
- Peserta Pelatihan dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang sesuai dengan standar
- Peserta Pelatihan dapat meningkatkan keterampilan kesiapan tim medis dalam menangani situasi darurat
- Peserta Pelatihan mampu melakukan pencegahan komplikasi pada ibu dan anak melalui penanganan yang tepat
MATERI PELATIHAN
- Penanganan konsep PONEK dan pentingnya pelayanan darurat
- Manajemen PONEK
- Penanganan kasus darurat obstetri dan neonatal
- Resusitasi noenatal dan perawatan intensif
- Simulasi kasus dan praktik langsung untuk memperkuat keterampilan
INTRUKTUR
Intruktur yang kami libatkan dalam kegiatan pelatihan ini adalah Praktisi di bidang Pengembangan SDM khusunya untuk PONEK
TEMPAT & WAKTU PELAKSANAAN
REGULER TRAINING
Dilaksanakan di tempat yang representatif, seperti training rooom atau meeting room
IN HOUSE TRAINING
Kegiatan Pelatihan ini akan dilaksanakan di Training Room Rumah Sakit, dengan durasi waktu 2 (dua) hari kegiatan.
BIAYA
Biaya reguler training ini, Rp. 8.500.000,- (delapan juta lima ratus ribu rupiah) untuk jumlah peserta yang terlibat pada proses kegiatan ini minimal 10 orang Biaya ini belum termasuk biaya Transportasi dan Penginapan Peserta serta Pajak PPN 11%.
Biaya reguler training ini, Rp. 4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah) untuk jumlah peserta yang terlibat pada proses kegiatan ini minimal 20 orang Biaya ini belum termasuk biaya Transportasi dan Penginapan Peserta serta Pajak PPN 11%.
Metode Pembayaran :
- Pembayaran Tahap I sebesar 80% dari total biaya dibayarkan paling lambat H-14 sebelum pelaksanaan kegiatan training dilakukan.
- Pembayaran Tahap II sebesar 20% dibayarkan pada hari ke 1 kegiatan di lakukan
- Pembayaran melalui transfer ke : Bank Mandiri No. Rek : 137-0017855491 a/n PT. Indo Asia Internasional Solusi
INFO selanjutnya bisa menghubungi kami di Nomor WA 0817-2757-10



Leave a Reply