TRAINING DESAIN DAN PENGUKURAN KINERJANYA

PENDAHULUAN

CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap social maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada, seperti melakukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut, dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk membangun desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah fenomena dan strategi yang digunakan perusahaan untuk mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya.

CSR dimulai sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability perusahaan.Kegiatan CSR akan menjamin keberlanjutan bisnis yang dilakukan. CSR sebagai bagian dari pertanggungjawaban social profitable company kepada stakeholder eksternal perlu di manajemen dengan baik dan tepat, sehingga dihasilkan dampak yang meningkatkan barnding maupun positioning perusahaan, khususnya di era global yang menekankan perlunya perusahaan yang ramah lingkungan. Selain itu, manajemen CSR harus mampu juga memberikan dampak positip terhadap stakeholder internal, dimana salah satunya adalah CSR haruslah sesuai dengan value chain operasional perusahaan. Disisi lain, mengingat bahwa CSR adalah merupakan kewajiban hukum yang harus dilaksanakan perusahaan sebagaimana amanat UU No 40/2007 bab V pasal 74, maka “expenses” tersebut harus dikelola dan di manajemen, sehingga memberikan dampak positip bagi sustainability perusahaan dimasa mendatang.

Pola pikir inilah yang membuat manajemen CSR menjadi tidak sekedar Charity Program, tetapi harus menjadi “alat” marketing yang powerfull. Mengingat pelaksanaan CSR haruslah terstandarisasi secara ISO 26000 dan dapat dipertanggungjawabkan khususnya bagi perusahaan terbuka (Tbk), maka komponen penting lainnya adalah bagaimana membuat Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang lebih komprehensif (tidak hanya sekedar laporan keuangan), sehingga dapat dibuktikan akan mendukung strategi perusahaan dan dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dari area geografis sasaran penjualan/operasional perusahaan.

TUJUAN

  1. Meningkatkan pemahaman baik dalam sisi manajemen maupun aspek huku tentang bagaimana tim CSR perusahaan memahami konflik kepentingan dengan menerapkan konsep kepuasan stakeholder masyarakat
  2. Meningkatkan ketrampilan dalam menerapkan manajemen CSR yang meliputi perencanaan strategis CSR dalam Strategy Map perusahaan, desain KPI, implementasi program, dan evaluasi keberhasilannya
  3. Menghubungkan CSR dengan program ISO 26000 dalam action plannya
  4. Meningkatkan ketrampilan dalam membuat laporan CSR yang bersifat sustainable development.

MATERI

  1. Ruang lingkup manajemen CSR
  2. Regulasi Hukum CSR, Komparasi Peluang dan Hambatan Pelaksanaan Antara Negara/Region
  3. Konsep ISO 26000 untuk action plan CSR
  4. Stakeholder Satisfaction dan pengembangannya
  5. Evolusi konsep CSR, dari Comdev, charity program hingga Value Chain and Communication Branding
  6. Desain dan Pengembangan konsep CSR ke CSm (Customer Social Mangement)
  7. Identifikasi dan penyusunan program CSR
  8. Pengembangan KPI CSR
  9. Studi kasus keberhasilan dan kegagagalan CSR

PESERTA

1. Manajer dan staff public relations,
2. corporate secretary,
3. corporate communications atau karyawan lain yang menjalankan fungsi public relations untuk menjaga citra perusahaan dan produknya.
4. Staff CSR/ COMDEV, Public Relation, Humas

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN
Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultan yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Opsi Waktu :

  • 23-25 November 2018
  • 24-26 Desember 2018
  • 17-19 Januari 2019
  • 18-20 Februari 2019
  • 21-23 Maret 2019
  • 25-27 April 2019
  • 6-8 Mei 2019
  • 24-26 Juni 2019
  • 18-20 Juli 2019
  • 19-21 Agustus 2019
  • 12-14 September 2019
  • 21-23 Oktober 2019
  • 28-30 November 2019
  • 16-18 Desember 2019

Opsi Tempat :

  1. Hotel Mutiara Yogyakarta
  2. Hotel Pesonna Malioboro Yogyakarta
  3. Hotel Jentra Dagen Malioboro Yogyakarta
  4. Hotel LPP Garden Yogyakarta
  5. Hotel LPP Convention

BIAYA KEGIATAN

Private Training

  • Rp. 8.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Lunch & Coffe Break,Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

Regular Training

  • Rp. 6.000.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Lunch & Coffe Break,Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

In House Training

  • Paket A : Rp. 4.500.000,- /peserta * Non Residential jika kuota peserta 10-15 orang
  • Paket B : Rp. 4.000.000,- /peserta * Non Residential jika kuota peserta 16-20 orang
  • Paket C : Rp. 3.500.000,- /peserta * Non Residential jika kuota peserta lebih dari 21 orang
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta,biaya transportasi,akomodasi, instruktur, staff dokumentasi, coffe break dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
  • Fasilitas : Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

jenis training

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*