PELATIHAN AWARENESS SISTEM FSC (FOREST STEWARDSHIP COUNCIL)

PENDAHULUAN

Hutan tropis Indonesia adalah rumah dan persembunyian terakhir bagi kekayaan hayati dunia yang unik. Keanekaragaman hayati yang terkandung di hutan Indonesia meliputi 12 persen species mamalia dunia, 7,3 persen species reptil dan amfibi, serta 17 persen species burung dari seluruh dunia. Diyakini masih banyak lagi spesies yang belum teridentifikasi dan masih menjadi misteri tersembunyi di dalamnya. Sebuah contoh nyata misalnya, data WWF menunjukkan antara tahun 1994-2007 saja ditemukan lebih dari 400 spesies baru dalam dunia sains di hutan Pulau Kalimantan. Namun sayang pemanfaatan hasil hutan hingga saat ini beIum berbanding Iurus dengan perbaikan ekosistem yang rusak akibat proses pemanfaatannya. Padahal hasil yang diperoleh dari pemanfaatan tersebut lebih dari cukup.

Untuk itu negara-negara dibeberapa kawasan terasuk eropa dan amerika, menerapakan sertifikasi terhadap produk yang berasal dari hutan-hutan produktip dikawasan tropis. SaIahsatunya adaIah sertifikat COC FSC dan VLK. Saat ini sertifikat COC FSC Dan VLK sudah menjadi persyaratan dari buyer jika perusahaan kayu ingin memperoleh kontrak atau order. Munculnya sikap konsumen tersebut berawal dari kesadaran bahwa kondisi lingkungan terutama hutan semakin memprihantinkan dimana jumlah hutan dan kualitas hutan sejak tahun 1980an cenderung menurun. Hal tersebutlah yang membuat industri kayu harus menerapkan sistem manajemen Chain of Custody (CoC) standar FSC (Forest Stewardship Council) dan SVLK Peraturan Menteri Kehutanan

FSC COC adalah sertifikasi CoC yang mensyaratkan sumber bahan bakunya dari hutan yang telah tersertifikasi Forest Management (FM).

Perusahaan yang menerapkan system ini akan mendapatkan sebuah sertifikat, dan jika diterapkan, bisa menggunakan logo FSC pada productnya (logo on product). Dalam strata CoC system, FSC menduduki urutan paling atas. Ada tiga pilihan yang dapat diterapkan, yaitu FSC Pure (100%), FSC Mixed (bahan bakunya campuran dari FSC dan Controlledwood) dan FSC Recycled (bahan baku dari bekas / daur ulang). Kelemahannya adalah karena bahan baku harus dari hutan yang bersertifikat FM, maka akan kesulitan dalam mencari bahan baku, sehingga pada suatu saat nanti harus impor, yang tentunya menambah cost.

TUJUAN

  1. Memberikan perserta pelatihan pemahaman tentang pentingnya COC FSC DAN SVLK Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia
  2. Memberikan perserta pelatihan pemahaman tentang memahami persyaratan persyaratan COC FSC DAN SVLK Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia
  3. Memberikan perserta pelatihan pemahaman tentang tahapan dan teknik penerapan CoC dan VLK
  4. Memberikan perserta pelatihan pemahaman tentang sistem dokumentasi CoC dan VLK

MATERI

  1. Pemahaman Dasar – dasar COC FSC Dan SVLK : Kebutuhan Dan Masalah Perdagangan hasil Hutan , Sejarah CoC FSC Dan SVLK, Definisi CoC FSC Dan SVLK, Lingkup CoC FSC Dan SVLK, Manfaat CoC FSC Dan SVLK, Pentingnya Peduli Dan Paham CoC FSCdan VLK
  2. Persyaratan persyaratan CoC dan SVLK : Prinsip Prinsip COC dan SVLK , Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator CoC dan SVLK , Integrasi antara CoC dengan SVLK
  3. Sistem Dokumentasi CoC dan SVLK : Pengertian dokumentasi, Pendekatan hirarki dokumentasi, Persyaratan sistem dokumentasi, Format Dan bentuk sistem dokumentasi, Tahapan Dan metoda penyusunan dan penerapan sistem dokumentasi, Contoh contoh sistem dokumentasi
  4. Peraturan dan Perundang-undangan terkait CoC dan SVLK : Peraturan Perijinan, Peraturan Pengelolaana Lingkungan, Peraturan industri kayu, Peraturan Terkait K3, peraturan limbah
  5. Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan CoC FSC dan SVLK : Tahapan Perancangan : Metoda Perancangan, Tahapan Penerapan, Metoda Penerapan, Hambatan Hambatan Perancangan dan Penerapan CoC FSC dan SVLK
  6. Sistem Sertifikasi CoC dan SVLK

METODE

Pelatihan dijalankan dengan metoda : Penyampaian materi, Diskusi , Contoh Penerapan, Studi Kasus.

PESERTA

  1. Wakil manajemen
  2. Dokumen Kontrol Karyawan/staff hingga level Manager
  3. PPIC, Purchasing, Log Supply, Log Grader,
  4. Process Engineer, Marketing, QC, Warehouse
  5. Bagian lain yang relevan

PEMATERI DAN METODE PELATIHAN

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Opsi Waktu :

  • 23-25 November 2018
  • 24-26 Desember 2018
  • 17-19 Januari 2019
  • 18-20 Februari 2019
  • 21-23 Maret 2019
  • 25-27 April 2019
  • 6-8 Mei 2019
  • 24-26 Juni 2019
  • 18-20 Juli 2019
  • 19-21 Agustus 2019
  • 12-14 September 2019
  • 21-23 Oktober 2019
  • 28-30 November 2019
  • 16-18 Desember 2019

Opsi Tempat :

  1. Hotel Mutiara Yogyakarta
  2. Hotel Pesonna Malioboro Yogyakarta
  3. Hotel Jentra Dagen Malioboro Yogyakarta
  4. Hotel LPP Garden Yogyakarta
  5. Hotel LPP Convention

BIAYA KEGIATAN

Private Training

Rp. 8.500.000,- /peserta * Non Residential

Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta

Fasilitas : Lunch & Coffe Break,Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

Regular Training

Rp. 6.000.000,- /peserta * Non Residential

Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta

Fasilitas : Lunch & Coffe Break,Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

In House Training

Paket A : Rp. 4.500.000,- /peserta * Non Residential jika kuota peserta 10-15 orang

Paket B : Rp. 4.000.000,- /peserta * Non Residential jika kuota peserta 16-20 orang

Paket C : Rp. 3.500.000,- /peserta * Non Residential jika kuota peserta lebih dari 21 orang

Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta,biaya transportasi,akomodasi, instruktur, staff dokumentasi, coffe break dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Fasilitas : Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

jenis training

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*