Pelatihan dan Studi Tiru Penguatan Organisasi Industri IKM olahan Makanan dan Minuman
PENDAHULUAN
Pelatihan dan studi tiru merupakan langkah strategis yang sangat krusial dalam upaya penguatan industri kecil menengah (IKM) olahan makanan dan minuman. Kegiatan ini tidak hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan dan perkembangan IKM agar lebih kompetitif dan berdaya saing.
Selain untuk para pelaku industri, kegiatan ini juga bermanfaat bagi siswa siswi, tenaga pengajar mulai dari jenjang TK, SD, SLTP, SLTA bahkan Mahasiswa
Berikut adalah beberapa peran penting pelatihan dan studi tiru:
1. Peningkatan Kualitas Produk
- Penerapan Standar Mutu: Pelatihan memberikan pemahaman mendalam tentang standar mutu yang berlaku, baik nasional maupun internasional, sehingga produk yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan pasar.
- Inovasi Produk: Studi tiru memungkinkan IKM untuk belajar dari praktik terbaik industri lain, sehingga dapat mengembangkan produk baru yang inovatif dan sesuai dengan tren pasar.
2. Peningkatan Efisiensi Produksi
- Teknologi Tepat Guna: Pelatihan memperkenalkan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk.
- Manajemen Produksi: Studi tiru memungkinkan IKM belajar dari sistem manajemen produksi yang efektif, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
3. Penguatan Manajemen Usaha
- Keterampilan Manajemen: Pelatihan memberikan keterampilan manajemen yang diperlukan untuk menjalankan usaha, seperti manajemen keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia.
- Perencanaan Bisnis: Studi tiru memungkinkan IKM belajar dari pengalaman pelaku usaha lain dalam menyusun rencana bisnis yang komprehensif.
4. Pengembangan Sumber Daya Manusia
- Peningkatan Kompetensi: Pelatihan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, sehingga mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih baik dan produktif.
- Motivasi dan Semangat Kerja: Studi tiru dapat meningkatkan motivasi dan semangat kerja karyawan, karena mereka melihat potensi pengembangan diri dan perusahaan.
5. Akses Pasar yang Lebih Luas
- Pemenuhan Standar: Dengan mengikuti pelatihan dan studi tiru, produk IKM dapat memenuhi standar yang dibutuhkan untuk memasuki pasar yang lebih luas, baik pasar domestik maupun internasional.
- Jaringan Bisnis: Melalui studi tiru, pelaku IKM dapat menjalin jaringan bisnis dengan pelaku usaha lain, sehingga mempermudah akses ke pasar.
6. Adaptasi terhadap Perubahan
- Tren Pasar: Pelatihan dan studi tiru membantu IKM untuk selalu mengikuti perkembangan tren pasar dan teknologi terbaru, sehingga dapat beradaptasi dengan cepat.
- Tantangan Bisnis: Pelaku IKM dapat belajar dari pengalaman pelaku usaha lain dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis, sehingga lebih siap menghadapi risiko.
Secara umum, pelatihan dan studi tiru berperan sebagai jembatan bagi IKM untuk:
- Meningkatkan daya saing: Dengan produk berkualitas, efisiensi produksi yang tinggi, dan manajemen yang baik.
- Menerapkan inovasi: Mengembangkan produk dan proses produksi yang inovatif.
- Memperluas pasar: Menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional.
- Berkembang secara berkelanjutan: Selalu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis.
Kesimpulan
Pelatihan dan studi tiru merupakan investasi yang sangat penting bagi pengembangan IKM olahan makanan dan minuman. Dengan mengikuti kegiatan ini, IKM dapat meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan daya saing, sehingga mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan bisnis yang semakin ketat.
MATERI PELATIHAN
- Mengenal dunia usaha
- Proses di dalam kegiatan Industri makanan dan minuman
- Hubungan dunia usaha dan pendidikan
- Proses perijinan industri makanan dan minuman
- Praktek Pengolahan makanan dan minuman dalam kemasan
KATAGORI PESERTA
- Pimpinan Perusahaan/Manager/Supervisor/Staf di Industri Pengolahan Makanan dan Minuman serta staf bidang lain yang relevan dengan pelatihan dan studi tiru ini.
- Dosen dan Tenaga Pendidik dan Kependidikan
- Staf Pengajar/Guru SD/SLTP/SMA/SMK
- Siswa SD/SLTP/SMA/SMK
- Mahasiswa S1
- Mahasiswa S2
WAKTU & TEMPAT PELATIHAN DAN KUNJUNGAN STUDI TIRU
Waktu Pelatihan 1 Hari dan Waktu Kujungan/Studi Tiru 2 Hari
- Industri Makanan dan Makanan di Wilayah Provinsi DIY
- Industri Makanan dan Makanan di Wilayah Provinsi Jawa Tengah
- Industri Makanan dan Minuman di Malaysia dan Thailand
INSTRUKTUR
Instruktur dalam Pelatihan dan Studi Tiru ini akan dibawakan oleh seorang yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan sikap kerja yang baik dalam di bidang IKM Olahan Makanan dan Minuman
BIAYA KEGIATAN
- Rp. 8.500.000,- (delapan juta lima ratus ribu rupiah) untuk kujungan ke Provinsi DIY peserta minimal 5 orang peserta
- Rp. 8.500.000,- (delapan juta lima ratus ribu rupiah) untuk kujungan kedan Jateng dengan jumlah peserta minimal 10 orang peserta.
- Rp. 15 Juta per orang untuk kujungan ke malaysia 2 hari 3 malam dengan jumlah peserta minimal 10 orang peserta
- Rp. 15 Juta per orang untuk kujungan ke malaysia 2 hari 3 malam dengan jumlah peserta minimal 10 orang peserta
- Biaya ini belum termasuk biaya Transportasi dan Penginapan Peserta, Pajak PPN 11%.
- Biaya sudah termasuk konsumsi selama kegiatan, PPH 2%, dan Training Kit bagi Peserta.
Metode Pembayaran :
- Pembayaran Tahap I sebesar 70% dari total biaya dibayarkan paling lambat H-7 sebelum pelaksanaan kegiatan.
- Pembayaran Tahap II sebesar 30% dibayarkan pada H-1 kegiatan atau paling lambat pada hari pertama kegiatan di lakukan
- Pembayaran melalui transfer ke :
Bank Mandiri No. Rek : 137-0017855491 a/n PT. Indo Asia Internasional Solusi
INFO lebih lanjut Hubungi Kami di No.WA 0817-2757-10



Leave a Reply