Jasa Konsultasi dan Pendampingan Pendirian Koperasi

koperasi indonesia

Jasa Konsultasi dan Pendampingan Pendirian Koperasi

Kata Koperasi berasal dari Bahasa Inggris cooperative yang berarti kerjasama. Jadi pengertian koperasi secara sederhana adalah organisasi atau perkumpulan orang yang bergabung secara sukarela dan mempunyai tujuan sama dalam memenuhi kebutuan serta salang bekerjasama. Koperasi seharusnya mempunyai Badan Hukum, tetapi jika tidak mempunyai badan hukum akan disebut sebagai Pra-koperasi.

Secara umum terdapat 4 jenis Koperasi menurut usahanya dapat di bedakan menjadi :

  1. Koperasi Produksi Contoh : koperasi pertanian, koperasi susu ( peternak), Koperasi batik dll
  2. Koperasi KonsumsiContoh: Koperasi yang mengusahakan swalayan, toko dll
  3. Koperasi Jasa, Koperasi yang mengusahakan bisnis trasportasi misalnya : Kopaja, Kobutri. Koperasi simpan pinjam dll
  4. Koperasi Serba Usaha Koperasi yang mempunyai banyak usaha

Langkah Pertama cara mendirikan koperasi

Perlu disadari pembentukan koperasi harus didasarkan kepada kebutuhan dan kesadaran. Sebelum mendirikan sebuah koperasi terlebih dahulu kita harus tahu hal-hal berikut.

Perlu apa tidak koperasi di daerah ini? Jika perlu kenapa?

Apakah sudah ada rencana usaha yang akan dijalankan?

Bagaimana persiapannya seperti modal, tempat usaha dan sebagainya?

Langkah Kedua

Segera diadakan rapat persiapan pembentukan yang menghadirkan calon pendiri, untuk koperasi primer dibutuhkan minimal 20 orang agar koperasi bisa berdiri. Kantor koperasi dan jenis usaha harus jelasa dan yang paling penting kesepahaman kebutuhan. Koperasi adalah media bagi masyarakat untuk menumbuhkna kerjasama, gotong royong dalam konteks ekonomi, sehingga sangat penting setiap pendiri memahami tujuan mulai ini.

Langkah Ketiga

Pelaksanaan rapat pembentukan. Pada rapat pembentukan di tentukan pendiri dan pengurus serta pengesahan anggota dengan cara semua pendiri menanda tangani berita acara pembentukan koperasi kemudian ditentukan pengurus koperasi, anggaran dasar ( Peraturan-peraturan Pokok), serta rencana kerja dan rencana anggaran.

Langkah Keempat

Sosialisasikan koperasi yang baru dibentuk kepada pemerintah, calon relasi, masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Langkah Kelima

Sesegera mungkin diadakan rapat pengurus yang akan membahas program kerja, peraturan-peraturan usaha dan administrasi. Jika koperasi ingin di buatkan badan hukum maka setelah koperasi dibentuk langsung diajukan permohonan Badan Hukum Kepada Pemda setempat dengan bantuan kantor Notaris. Para pendiri atau kuasanya mengajukan permintaan pengesahan secara tertulis kepada pemerintah dengan bantuan notaris. Permintaan pengesahan tersebut hendaknya diajukan dengan melampirkan:

  1. Berita acara pembentukan koperasi termasuk pemberian kuasa untuk mengajukan permintaan pengesahan akta;
  2. Surat bukti penyetoran modal dari setiap pendiri kepada koperasinya dengan jumlah sekurang-kurangnya sebesar simpanan pokok;
  3. Rencana awal kegiatan koperasi atau program kerja;
  4. Daftar hadir rapat pembentukan koperasi;
  5. Data pendiri koperasi;
  6. Daftar susunan pengurus dan pengawas koperasi;
  7. Fotokopi KTP dari masing-masing anggota pendiri (untuk koperasi primer);
  8. Rekomendasi dari kelurahan yang diketahui oleh kecamatan domisili koperasi itu berada;
  9. Pas foto pengurus koperasi.

Pengelolaan koperasi

Paling sedikit ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam usaha mensukseskan koperasi.

adminstrasi yang baik, termasuk didalamnya adalah administrasi keuangan.

Sumber Daya Manusia yang baik, bertaqwa dan bertanggung jawab

Pengelolaan anggota dan relasi yang baik. Syarat pendirian koperasi yang dikeluarkan oleh Depkop silahkan register untuk menuju dokumen cara pendirian koperasi.

Waktu dan Biaya

Pada dasarnya proses dalam pendirian dan persiapan memakan waktu 2 (dua) bulan hingga 3 (tiga) bulan tergantung pada kesiapan dan komitmen dari anggota pendiri. Hal yang terpenting adalah komitmen dan konsistensi dalam pengelolaan BMT. Kesuksesan dalam mengelola sebuah BMT terletak pada profesionalitas pengelola dan pengurusnya.

Biaya jasa pendampingan pendirian BMT Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah), biaya tersebut tidak termasuk biaya transportasi dan akomodasi tim konsultan jika lokasi berada diluar kota Yogyakarta. Biaya konsultasi sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) untuk dalam kota Yogyakarta dan Biaya konsultasi sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) untuk luar kota Yogyakarta.

Catatan :

Biaya ketiga paket tersebut, tidak berlaku untuk semua tema consultasi yang sudah ada di website. Tergantung dari masing-masing tema dan permasalahan yang dialami. Biaya diatas berlaku untuk perusahaan yang tergolong UMK-M, sesuai dengan UU No 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil , dan Menengah , ketentuan sebagai berikut :

 NO  URAIAN  KRITERIA
ASSETOMZET
1USAHA MIKROMaks. 50 JutaMaks. 300 Juta
2USAHA KECIL> 50 Juta – 500 Juta> 300 Juta – 2,5 Miliar
3USAHA MENENGAH> 500 Juta – 10 Miliar> 2,5 Miliar – 50 Miliar

Jika perusahaan yang akan berkonsultasi tergolong bukan UMK-M maka biaya disesuaikan dengan besarnya omzet dan aset perusahaan. 

Jika permasalahan dianggap belum bisa terselesaikan dalam 1 (satu) hari konsultasi, maka diperlukan observasi ke perusahaan / organisasi klien dan atau diperlukan wawancara terhadap PIC pekerjaan dan personil lain yang dianggap relevan. Penjadwalan kegiatan dan biaya akan disesuaikan dengan kesepakatan / kontrak dengan clien. 

Apabila pelaksanaan di luar kota maka akan dibebankan tambahan biaya akomodasi dan transport.

Untuk pendaftaran layanan konsultasi, silahkan download di link berikut Download Form Registrasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*