INSPECTION

Pengertian Inspeksi (Inspection) dalam Pengendalian Kualitas – Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Inspeksi diartikan sebagai pemeriksaan seksama, pemeriksaan secara langsung tentang peraturan, tugas dan lain sebagainya. Jika kata Inspection atau Inspeksi ini kita aplikasikan ke dalam pengendalian kualitas maka dapat diartikan bahwa Inspeksi atau Inspection adalah pemeriksaan secara seksama terhadap suatu produk yang dihasilkan apakah sesuai dengan standar dan aturan yang telah ditetapkan padanya.

beberapa jenis seperti :

Floor Inspection
Centralized Inspection
Functional Inspection
First Piece Inspection
Final Inspection
A. Floor Inspection

Floor Inspection Merupakan salah satu tindakan yang sering di lakukan dalam bentuk proses produksi karena halyang semacam ini melakukan pemeriksaan yang di laku kan terhadap material atau terhadap produksi bahan yang setengah jadi.

Dalam melakukan tindakan ini manusia mampu melakukan pemeriksaan dari satu mesin ke mesin yanng lainnya sehingga metode ini dapat mendeteksi permasalahan yang banyak terjadi di dalamkalangan masyarakat.

B. Centralised Inspection

Centralised Inspection merupakan salah satu jenis tindakan yang dilakukan terhadap lokasi tertentu atau terpusat yang telah ditentukan hal inidemi menjaga kualitas pelayanan terhadap masyarakat sehingga dapat dilakukan pengujiannya.

C. Functional Inspection

Functional Inspection merupakan salah satu cara untuk melakukan pengecekan infeksi dan berfungsi sebagai memeriksa karakteristik yang ditentukan tanpa mengetahui karakteristik masing-masing guna pembentukan sebuah produk .

D. First Piece Inspection

First Piece Inspection merupakan jenis Inspeksi terhadap unit pertumbuhan yang pertama pada pergantian alat kerja.

E. Final Inspection

Final Inspection merupakan salah satu jenis Inspeksi pada Produk yang sudah Jadi hal ini berguna terhadap pemeriksaan karakteristik baik Fungsional dalam suatu tindakan.

Baca Juga : Reaksi Redoks

Metode Inspeksi
Jika di teliti dengan sesama maka terdapat metode dalam melakukan Inspeksi metodenya ada dua yaitu dengan cara

A. Metode 100% Inspection
Metode Inspeksi 100% (100% Inspection), merupakan benttuk Inspeksi yang yang dihasilkan beberapa produksi dan pengujian sering yang digunakan yang bersifat destruktif sehingga Metode Inspeksi 100% sangat memerlukan banyak biaya yang tinggi.

B. Metode Inspeksi secara Sampling (Sampling Inspection)

Metode Inspeksi Sampling Merupakan bentuk Inspeksi yang dilakukan terhadap jumlah produk yang diambil pada keseluruhan populasi berdasarkan bentuk dan model, karena Inspeksinya berguna mendeteksi produk yang terkait harus dilakukan.

Metode Inspeksi Sampling biasanya dilakukan dengan cara mengambil produk dari sebuah lot dan menguji guna penentuan pada produk-produk yang tidak berharga.

C. Periodik Inspeksi

Periodik Inspeksi Merupakan bentuk methode inspeksi yang dilakukan mengambil sample dan memeriksa produksi yang telah ditentukan.

Tujuan Inspeksi
Setelah mengetahui penjelasan dan metode maka terdapat pula tujuan dari Inspeksi adalah sebagai berikut :

Untuk meningkatkan kualitas dan realibilitas produk.
Untuk mencegah masalah yang dikarenakan kualitas dan mengurangi keluhan yang terdapat dari pelanggan.
Berguna untuk mendeteksi dan menghilangkan produk yang cacat sebelum masuk ke proses produksi.
Untuk mendeteksi produk cacat dan produk yang berkualitas rendah terkirim ke pelanggan.
Untuk memberikan pemberitahuan kepada Manajemen sebelum suatu masalah kualitas menjadi serius sehingga manajemen dapat mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan

JENIS-JENIS INSPEKSI YANG DILAYANI

  • Inspeksi Alat Berat
  • Biaya Mulai dari Rp. 2.500.000,/hari
  • Inspeksi Produk Furniture dan Kayu Olahan
  • Biaya : Mulai dari Rp. 2.000.000,-/day
  • Inspeksi Produk Handicraft
  • Biaya : Mulai dari Rp. 2.000.000,-/day
  • Inspeksi Produk Custom
  • Biaya : Mulai dari Rp. 2.000.000,-/day

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*