PELATIHAN BASIC CARGO

Juni 11, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Cargo dapat diartikan yaitu barang-barang/semua yang dikirim melalui udara, laut dan air yang biasanya diperdagangkan, baik antar kota di dalam negeri maupun antar negara.

TUJUAN

  1. Peserta ini diharapkan dapat memahami aturan penanganan pengiriman barang / cargo.
  2. Peserta ini diharapkan dapat memahami cara pengiriman cargo.
  3. Peserta ini diharapkan mampu menjelaskan kembali tata cara penanganan pengiriman cargo baik general cargo maupun special cargo
  4. Peserta ini diharapkan mampu mengklasifikasikan Dangerous Goods.
  5. Peserta ini diharapkan dapat memahami penanganan irregularity & Klaim kehilangan, kerusakan cargo

MATERI

  • Definisi Kargo
  • Penerimaan Kargo
  • Tariff & Biaya Kargo
  • Surat Muatan
  • Pemeriksaan Kargo
  • Pelacakan kargo, Klaim & Refund

PESERTA

Level  Staff atau  Manager yang menangani kargo misal Perusahaan Cargo dan Perusahaan Logistik

PEMATERI/INSTRUKTUR

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi. read more

Pelatihan Perencanaan, Pendirian, Pengembangan dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perusahan Daerah (PERUSDA)

Februari 11, 2019 admin 0

Pelatihan Perencanaan, Pendirian, Pengembangan dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perusahaan Daerah (PERUSDA)

PENDAHULUAN

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Badan usaha milik daerah (BUMD) adalah perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah daerah. Selain itu BUMD juga populer dengan sebutan Perusahaan Daerah (perusda) adalah perusahaan yang sebagian atau seluruh modal yang dimiliki adalah milik Pemerintah Daerah, baik berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan maupun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Kewenangan pemerintah daerah membentuk dan mengelola BUMD ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom. Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 1998 tentang Bentuk Hukum Badan Usaha Milik Daerah (Permendagri 3/1998), bentuk hukum Badan Usaha Milik Daerah dapat berupa Perusahaan Daerah (PD) atau Perseroan Terbatas (PT). read more

PELATIHAN PSAK 71 PENGUKURAN DAN PENGAKUAN ASET DAN LIABILITIES KEUANGAN

Februari 8, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

ED PSAK 71 adalah suatu peningkatan dalam kualitas pelaporan keuangan. ED PSAK 71 juga melindungi nilai dari laporan keuangan dari resiko entitas dan memberikan perubahan signifikan terkait persyaratan akuntansi lindung nilai.

TUJUAN

Peserta diharapkan dapat memahami dan menerapkan ED PSAK 71.

MATERI

  1. Pengantar PSAK 71
  2. Pengelompokan dan Pengelompokan ulang Aset Keuangan
  3. Pengukuran Aset dan Liabilities Keuangan
  4. Pengakuan Aset dan Liabilities Keuangan
  5. Kerugian Kredit Ekspektasian
  6. Cara Menentukan Peningkatan Risiko Kredit secara Signifikan
  7. Penghitungan Kerugian Kredit Ekspektasian untuk Komitmen Pinjaman dan Kontrak Jaminan Keuangan
  8. Aset Keuangan dari Aset Keuangan yang menurun
  9. Pengungkapan
  10. Akuntansi Lindung Nilai

PESERTA

1.        Manajer Keuangan/Pajak

2.      Staff Keuangan/Pajak

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi read more

TRAINING SERVICE EXCELLENCE FOR CUSTOMER SERVICE

Februari 8, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Service Excellence  atau Pelayanan Prima yaitu suatu pelayananan yang dilakukan sebaik mungkin untuk para pelanggan, sehingga pelanggan menjadi merasa puas. Tujuan dalam pelayanan prima adalah dapat memenuhi dan memuaskan keinginan dan kebutuhan para pelanggan sehingga perusahaan mendapat keuntungan yang diharapkan. Manfaat dalam pelayanan prima adalah meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan ataupun kepada para pelanggan dan mengembangkan penyusunan standar pelayanan. Service Excellence sangat penting untuk dimiliki oleh seorang Customer Service yaitu semua kegiatan yang diberikan kepada pelanggan dengan tujuan untuk memberikan kepuasan melalui pelayanan yang dilakukan. Maka dari itu untuk meningkatkan kinerjanya perlu diadakan pelatihan tentang Service Excellence  untuk Customer Service. read more

PELATIHAN ASME VIII div.1 Pressure Vessel

Februari 5, 2019 admin 0

PELATIHAN ASME VIII div.1 Pressure Vessel

PENDAHULUAN

Sebagaimana kita ketahui pelatihan atau Training terkait ASME VIII div.1 sangatlah penting dilaksanakan, karen di dalam kegiatan pelatihan ini para instruktur/narasumber akan membahas secara komprehensif tentang ASME standard, yang mengatur tentang berbagai persyaratan-persyaratan umum dalam proses desain pressure vessel, desain komponen-komponen, pemilihan material, proses fabrikasi, examination and testing. Fokus utama dalam pelatihan ASME VIII div.1 adalah desain shell and head dari pressure vessel untuk kondisi internal ataupun external pressure, reinforcement pada opening, desain proteksi terhadap brittle fracture serta minimum design metal temperature (MDMT). read more

Pelatihan API 650 Standard

Februari 5, 2019 admin 0

Pelatihan API 650 Standard

PENDAHULUAN

Training API 650 standard bertujuan untuk menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan  dalam melakukan proses desain, fabrikasi, ereksi serta testing untuk above ground, vertikal, silindrikal, closed ataupun open top welded storage tank dalam berbagai ukuran dan kapasitas. API 650 standard berlaku untuk semua jenis tanki dengan tekanan operasi ±1 atm, namun kadangkala dalam suatu kasus tertentu tekanan operasi tersebut sedikit diatas 1 atm, meski demikian secara umum hal ini masih diijinkan dengan persyaratan tambahan. API 650 standard hanya berlaku untuk tanki yang memiliki bottom tank dalam keadaan uniformly supported dan dalam keadaan operasi yang nonrefrigerated dengan suhu operasi maksimum 930C. read more

PELATIHAN PENYUSUNAN SOP DAN INSTRUKSI KERJA BAGI LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KERJA

Januari 22, 2019 admin 0

PENDAHULUAN

Sebagian besar SOP disusun tidak menggunakan format semestinya, jika pada kenyataannya  tidak sesuai dengan profil penggunanya, pada akhirnya SOP di tempat kerja hanya berfungsi sebagai arsip.” SOP (Standard Operating Procedures) adalah panduan hasil kerja yang diinginkan serta proses kerja yang harus dilaksanakan. SOP dibuat dan di dokumentasikan secara tertulis yang memuat prosedur (alur proses) kerja secara rinci dan sistematis. Alur kerja (prosedur) tersebut haruslah mudah dipahami dan dapat di implementasikan dengan baik dan konsisten oleh pelaku. Implementasi SOP yang baik akan menunjukkan konsistensi hasil kerja, hasil produk dan proses pelayanan seluruhnya dengan mengacu kepada kemudahan, pelayanan dan pengaturan yang seimbang.

Keberadaan Lembaga Pendidikan dan pelatihan bidang kepegawaian atau diklat Kepegawaian untuk para aparatur negara/perusahaan sudah terbukti sangat diperlukan guna meningkatkan pemahaman akan undang-undang maupun peraturan pemerintah tentang berbagai haI terutama dibidang keorganisasian dan kepegawaian. Begitu juga haInya dengan keberadaan SOP di organisasi pendidikan dan peIatihan yang dapat diartikan sebagai Who Does What and How merupakan salah satu metode kerja yang dibuat sebagai panduan untuk memastikan bahwa proses bisnis berjalan sesuai rencana, standar dan aturan untuk kepuasan pelanggan—baik internal maupun eksternal. SOP yang mudah dipahami terbukti meningkatkan produktifitas kerja dan dapat meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antar bagian/ proses. Namun, apabila SOP tidak mudah dipahami dan menimbulkan multi tafsir dapat membuat kesalahan kerja dan pada akhirnya merugikan pelanggan. Apabila SOP ditempat kerja anda tidak demikian, anda wajib meninjau ulang SOP atau bahkan menulis ulang SOP yang ada.

Sedangkan Instruksi Kerja adalah suatu perintah yang disediakan untuk membantu seseorang dalam melakukan pekerjaan dengan benar atau suatu set instruksi untuk melakukan tugas atau untuk mengikuti prosedur. Tidak semua Prosedur harus dibuatkan Instruksi Kerjanya, pertimbangannya :Kerumitan dan kompleksitas aktivitas; Kualifikasi personel pelaksana; Sifat aktivitas (kritis tidaknya terhadap mutu, keselamatan, atau faktor lainnya); Struktur dan Isi Tidak ada bentuk bakunya, tetapi menurut good management practice di dunia industri; Secara garis besar memuat : Tahapan pelaksanaan aktivitas; Alat yang digunakan; Standar atau parameter yang dirujuk; Metode pengukuran, pengujian, dan pemeriksaan.

TUJUAN

  1. Peserta pelatihan ini diharapkan dapat memahami peran dan fungsi lembaga pendidikan dan pelatihan
  2. Peserta pelatihan ini diharapkan dapat memahami perbedaan antara SOP dan instruksi kerja di lembaga pendidikan dan pelatihan.
  3. Peserta diharapkan dapat membuat SOP dan instruksi kerja sesuai dengan peraturan yang ada

MATERI

1. Ruang Lingkup Lembaga Pendidikan & Pelatihan Tenaga Kerja

2. Peran Penting Lembaga Pendidikan & Pelatihan Tenaga Kerja

3. Metodologi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja

4. Hubungan SOP dan Instruksi Kerja

5. Jenis-jenis SOP

6. Peran dan fungsi serta manfaat SOP dan Instruksi Kerja.

7. Metode dan tahapan dalam pembuatan SOP dan Instruksi Kerja

8. Praktek pembuatan SOP dan Instruksi Kerja

9. Implementasi SOP dan Instruksi Kerja

10. Monitoring dan Evauasi Pelaksanaan SOP dan Instruksi Kerja

PESERTA

  1. Kepala Lembaga Diklat
  2. Kepala/Staf Bidang Pelaksana dan Pengawasan Diklat
  3. Manager/Staf Ketaatan dan Kepatuhan
  4. Manager/Staf Pengawasan Internal

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultan yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Alternatif Waktu Kegiatan :

  • 20-22  Januari 2020
  • 17 -19 Februari 2020
  • 16-18 Maret 2020
  • 20-22 April 2020
  • 11-13 Mei 2020
  • 22-24 Juni 2020
  • 20-22 Juli 2020
  • 24-26 Agustus 2020
  • 21-23 September 2020
  • 19-21 Oktober 2020
  • 23-25 November 2020
  • 14-16 Desember 2020

Alternatif Tempat Kegiatan :

  1. Hotel Pesonna Malioboro Yogyakarta
  2. Hotel Jentra Dagen Malioboro Yogyakarta
  3. Hotel Forriz Yogyakarta

BIAYA KEGIATAN

Private Training

  • 8.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Meeting Room, Lunch & Coffe Break, Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.

Regular Training

  • 6.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Meeting Room, Lunch & Coffe Break, Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.
  • read more

    PELATIHAN PENYUSUNAN SOP DAN INSTRUKSI KERJA PADA KEGIATAN / PEKERJAAN DI BIDANG KELISTRIKAN

    Januari 21, 2019 admin 0

    PENDAHULUAN

    Perkembangan sistem tenaga listrik dalam konteks global sangat maju dan pesat. Tujuan utamanya adalah terpenuhinya suplai daya listrik ke konsumen secara berlanjut dengan kualitas yang memenuhi standar peralatan konsumen. Sulit dipungkiri bahwa keberadaan masyarakat modern dewasa ini, tidak terlepas dari penyediaan energi listrik. Industri kelistrikan berperan sebagai salah satu pendukung penting dari proses civilisasi modern. Hal ini bisa dilihat bahwa kegiatan industri, perkantoran hingga rumah tangga tidak akan bekerja optimal tanpa adanya suplai tenaga listrik

    Berbanding lurus dengan keadaan dunia global, begitu juga seperti kita ketahui bersama usaha atau kegiatan di bidang kelistrikan di Indonesia dari dulu hingga saat ini mengalami banyak perkembangan baik dari sisi tehnologi pengerjaan proyek maupun dari sisi pendanaan proyek. Semakin besar nilai proyek yang akan dilaksanakan dalam suatu waktu maka semakin banyak pula keuntungan yang didapat. Karena itu setiap pengusaha di bidang kelistrikan berusaha selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pemegang saham agar semakin banyak orang yang mau menggunakan jasa perusahaan kelistrikan tersebut. Guna mendukung pengerjaan proyek yang memuaskan bagi konsumen maka manajemen operasional dalam pelaksanaan pekerjaan kelistrikan membutuhkan serangkaian peraturan yang di susun sebagai SOP dan Instruksi Kerja.

    Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan dokumen yang dibuat dan berkaitan dengan standar prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang lebih efektif dan efisien dengan biaya yang serendah-rendahnya. SOP biasanya terdiri dari manfaat, metode penulisan prosedur, kapan dibuat atau di revisi, dan dilengkap dengan bagan flowchart di bagian akhirnya.

    Sedangkan yang dimaksud sebagai Instruksi Kerja adalah suatu perintah yang disediakan untuk membantu seseorang dalam melakukan pekerjaan dengan benar atau suatu set instruksi untuk melakukan tugas atau untuk mengikuti prosedur. Tidak semua Prosedur harus dibuatkan Instruksi Kerjanya, yang menjadi bahan pertimbangan diantaranya : Kerumitan dan kompleksitas aktivitas ; Kualifikasi personel pelaksana ; Sifat aktivitas (kritis tidaknya terhadap mutu, keselamatan, atau faktor lainnya); Struktur dan Isi Tidak ada bentuk bakunya, tetapi menurut good management practice di dunia industri; Secara garis besar memuat : Tahapan pelaksanaan aktivitas ; Alat yang digunakan; Standar atau parameter yang dirujuk; Metode pengukuran, pengujian, dan pemeriksaan.

    TUJUAN

    1. Memberikan peserta pelatihan pengetahuan tentang peran dan fungsi serta manfaat SOP dan Instruksi Kerja dalam bidang kelistrikan.

    2. Memberikan peserta pelatihan pengetahuan tentang konsep dasar hukum pebuatan SOP dan Instruksi Kerja dalam bidang kelistrikan.

    3. Memberikan peserta pelatihan pengetahuan tentang tahapan dalam pembuatan SOP dan Instruksi Kerja dalam bidang kelistrikan.

    MATERI

    1. Perkembangan Dunia Kelistrikan

    2. Jenis-jenis SOP

    3. Jenis-jenis Instruksi Kerja

    4. Peran dan fungsi serta manfaat SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

    5. Dasar hukum pebuatan SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

    6. Metode dan tahapan dalam pembuatan SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

    7. Simulasi/Praktek pembuatan SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

    8. Monitoring dan Evauasi Pelaksanaan SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

    PESERTA

    1. Direktur Operasional dan Manajer Operasional

    2. Supervisor/Kabag Keuangan dan Staf di bagian Operasional

    3. Supervisor/staf bidang lain yang relevan

    PEMATERI DAN METODE PELATIHAN

    Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

    Alternatif Waktu Kegiatan :

    • 20-22  Januari 2020
    • 17 -19 Februari 2020
    • 16-18 Maret 2020
    • 20-22 April 2020
    • 11-13 Mei 2020
    • 22-24 Juni 2020
    • 20-22 Juli 2020
    • 24-26 Agustus 2020
    • 21-23 September 2020
    • 19-21 Oktober 2020
    • 23-25 November 2020
    • 14-16 Desember 2020

    Alternatif Tempat Kegiatan :

    1. Hotel Pesonna Malioboro Yogyakarta
    2. Hotel Jentra Dagen Malioboro Yogyakarta
    3. Hotel Forriz Yogyakarta

    BIAYA KEGIATAN

    Private Training

    • 8.500.000,- /peserta * Non Residential
    • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
    • Fasilitas : Meeting Room, Lunch & Coffe Break, Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.

    Regular Training

  • 6.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Meeting Room, Lunch & Coffe Break, Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.
  • read more

    PELATIHAN KEPEMIMPINAN BAGI PENGURUS ORGANISASI KEWANITAAN

    Januari 9, 2019 admin 0

    PENDAHULUAN

    Kaum perempuan mempunyai peranan penting dalam sejarah pendirian Republi↓k Indonesia. Mereka berkumpul, membentuk organisasi, dan melakukan gerakan nyata yang memperjuangkan hak-haknya dan kaum tertindas. Berdasarkan data Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035, dari total 261,9 juta penduduk Indonesia pada 2017, penduduk perempuannya berjumlah 130,3 juta jiwa atau sekitar 49,75 persen dari populasi. Perempuan telah terlibat dalam organisasi sejak lama. namun kebanyakan keterlibatannya masih pada organisasi dalam bidang sosial seperti pendidikan, kesehatan dan keagamaan. Dalam organisasi kemasyarakatan dan partai politik, saat ini kaum perempuan cukup banyak terlibat, dan ada satu dua orang telah menempati kedudukan penting sebagai ketua/pemimpin. Namun masih banyak perempuan memilih untuk tidak banyak terlibat secara mendalam di organisasi kemasyarakatan atau organisasi politik. Misal sebagai contoh walaupun sudah disyaratkan 30 % keterwakilan perempuan di kepengurusan partai politik dan calon anggota parlemen. Peraturan tersebut dirumuskan dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang di dalamnya juga mengatur pemilu. read more

    PELATIHAN SERVICE EXCELLENT PADA PEKERJAAN DI BIDANG PERBANKAN/INDUSTRI KEUANGAN/ASURANSI

    Januari 3, 2019 admin 0

    PENDAHULUAN

    Secara sederhana, pelayanan prima (excellent service) dapat diartikan sebagai suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi harapan dan atau melampaui harapan dan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain, pelayanan prima merupakan suatu pelayanan yang memenuhi standar kualitas. Standar pelayanan terbaik yang diberikan perusahaan bagi pelanggan di dalam perusahaan maupun diluar perusahaan. Baik itu untuk konsumen internal maupun konsumen external.

    Saat ini hampir di semua bidang jasa pelayanan publik dituntut memberikan service excellence. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam memenangkan hati pelanggan dalam kontek persaingan global. Bentuk pelayanan prima pada pelayanan public yang sering kita temui diantaranya ialah pada  bidang jasa pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, asuransi, pendidikan, perbankan dan jasa keuangan lainnya untuk memberikan kepuasan pelanggan. Jika kita berbicara kepuasan pelayanan tentunya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh bagian customers services, melainkan peran serta seluruh departemen di organisasi dituntut juga untuk menerapkan pelayanan prima untuk terciptanya budaya perusahaan/organisasi yang bertumpu pada service excellence. Tanpa pelayanan yang paripurna seperti ini sulit bagi perusahaan untuk ikut berkompetisi diera globalisasi saat ini. Pelatihan service excellence telah banyak digunakan guna memberikan stimulan dalam menemukan inovasi-inovasi baru pada industri yang menggunakan pelayanan sebagai ujung tombak dalam mendongkrak image dan popularitasnya, dimana peserta yang terlibat dalam pelatihan akan diajarkan secara mendetail baik dari sisi konsep dan aplikasi program dan implementasi service excellance pada daily activity. read more

    PELATIHAN DASAR-DASAR KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI WILAYAH PERKANTORAN

    Januari 2, 2019 admin 0

    PENDAHULUAN

    Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu. Praktik K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan cuti sakit. Dibandingkan dengan lingkungan kerja industri, kantor bisa tampak seperti tempat yang aman untuk bekerja. Namun, banyak kecelakaan dan cedera serius terjadi di kantor. Terpeleset, tersandung, kejatuhan benda dan terjatuh merupakan salah satu penyebab paling umum cedera di tempat kerja. Hal ini dapat terjadi di mana saja baik di area produksi atau di kantor. Kebanyakan pekerja kantor mengalami cedera karena terjatuh, kebakaran maupun tersengat listrik. Cedera-cedera ini diakibatkan oleh peralatan atau perabotan kantor. Sebagian lagi menderita cedera akibat melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dalam waktu yang lama contohnya melakukan pengetikan untuk waktu yang lama menggunakan pesonal computer atau laptop. read more

    PELATIHAN DASAR-DASAR PEMADAMAN KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA

    Januari 2, 2019 admin 0

    PENDAHULUAN

    Kebakaran adalah nyala api, baik kecil maupun besar, pada tempat yang tidak dikehendaki, bersifat merugikan, biasanya sulit dikendalikan. Api terjadi karena adanya persenyawaan dari 3 unsur, yaitu :

    1. Sumber panas, dapat berasal dari energi elektron, sinar matahari, reaksi kimia, dan sebagainya.
    2. Benda yang mudah terbakar, misalnya bahan kimia, minyak bumi, dan semua jenis hasil olahannya, kayu, plastik, dan lain-lain.
    3. Oksigen

    Apabila ketiga unsur diatas bersenyawa, maka terjadillah api, lalu api itulah yang menyebabkan terjadinya kebakaran. Api dapat membuat kerugian yang besar dan juga dapat mendatangkan keuntungan yang besar pula, misalkan kauntungan yang kita dapat dari api adalah, kehangatannya, cahayanya, dan energi yang dikeluarkannya. Sedangkan kerugian akibat adanya api adalah sifat penghancurnya seperti kejadian kebakaran rumah, kebakaran hutan dan lain – lain. read more

    TRAINING AWARENESS ISO 9001:2015 QUALITY MANAGEMENT SYSTEM BAGI APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) PENGELOLA INSTANSI PEMERINTAH PUSAT ATAUPUN INSTANSI PEMERINTAH DAERAH

    Januari 2, 2019 admin 0

    PENDAHULUAN

    Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur. Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak akan berjalan dengan baik harus ditata ulang atau diperharui. Reformasi birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Selain itu dengan sangat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. Oleh karena itu harus segera diambil langkah-langkah yang bersifat mendasar, komprehensif, dan sistematik, sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Reformasi di sini merupakan proses pembaharuan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner.

    ISO 9001 adalah standar internasional mengenai persyaratan suatu Sistem Manajemen Mutu yang sudah diakui lebih dari 180 negara di dunia. Saat ini ISO 9001 2015 sudah dapat di lakukan sehingga untuk perusahaan yang sudah menerapkan versi 2008 perlu melakukan pemahaman terhadap versi 2015 guna mempersiapkan upgrading ke versi 2015. Seperti kita ketahui bahwa pada bulan September 2015 yang baru lalu, telah terbit versi terbaru ISO 9001, yang kita kenal dengan ISO 9001:2015. Terdapat beberapa perubahan yang cukup mendasar yaitu diperkenalkannya “risk based thinking” pada versi terbaru ini. Seperti kita ketahui, ISO 9001 berevolusi dari tahun 1988 hingga 2015 ini, dari document based, process based hingga versi terbaru risk based thinking. read more

    TRAINING AWARENESS ISO 9001:2015 QUALITY MANAGEMENT SYSTEM BAGI PENGELOLA/MANAJEMEN RUMAH SAKIT, PUSKESMAS DAN KLINIK KESEHATAN

    Januari 2, 2019 admin 0

    PENDAHULUAN

    ISO 9001 adalah standar internasional mengenai persyaratan suatu Sistem Manajemen Mutu yang sudah diakui lebih dari 180 negara di dunia. Saat ini ISO 9001 2015 sudah dapat di lakukan sehingga untuk perusahaan yang sudah menerapkan versi 2008 perlu melakukan pemahaman terhadap versi 2015 guna mempersiapkan upgrading ke versi 2015. Seperti kita ketahui bahwa pada bulan September 2015 yang baru lalu, telah terbit versi terbaru ISO 9001, yang kita kenal dengan ISO 9001:2015. Terdapat beberapa perubahan yang cukup mendasar yaitu diperkenalkannya “risk based thinking” pada versi terbaru ini. Seperti kita ketahui, ISO 9001 berevolusi dari tahun 1988 hingga 2015 ini, dari document based, process based hingga versi terbaru risk based thinking. read more

    PELATIHAN PENYUSUNAN STANDAR OPERATION PROCEDUR (SOP) DAN INSTRUKSI KERJA DI BIDANG KONSTRUKSI

    Desember 13, 2018 admin 0

    PENDAHULUAN

    Usaha di bidang konstruksi di Indonesia dari dulu hingga saat ini mengalami banyak perkembangan baik dari sisi tehnologi pengerjaan proyek maupun dari sisi pendanaan proyek. Semakin besar nilai proyek yang akan dilaksanakan dalam suatu waktu maka semakin banyak pula keuntungan yang didapat. Karena itu setiap pengusaha di bidang konstruksi berusaha selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pemegang saham agar semakin banyak orang yang mau menggunakan jasa perusahaan konstruksi tersebut. Guna mendukung pengerjaan proyek yang memuaskan bagi konsumen maka manajemen operasional dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi membutuhkan serangkaian peraturan yang disusun sebagai SOP dan Instruksi Kerja. read more