PELATIHAN PENYUSUNAN SOP DAN INSTRUKSI KERJA BAGI LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KERJA

PENDAHULUAN

Sebagian besar SOP disusun tidak menggunakan format semestinya, jika pada kenyataannya  tidak sesuai dengan profil penggunanya, pada akhirnya SOP di tempat kerja hanya berfungsi sebagai arsip.” SOP (Standard Operating Procedures) adalah panduan hasil kerja yang diinginkan serta proses kerja yang harus dilaksanakan. SOP dibuat dan di dokumentasikan secara tertulis yang memuat prosedur (alur proses) kerja secara rinci dan sistematis. Alur kerja (prosedur) tersebut haruslah mudah dipahami dan dapat di implementasikan dengan baik dan konsisten oleh pelaku. Implementasi SOP yang baik akan menunjukkan konsistensi hasil kerja, hasil produk dan proses pelayanan seluruhnya dengan mengacu kepada kemudahan, pelayanan dan pengaturan yang seimbang.

Keberadaan Lembaga Pendidikan dan pelatihan bidang kepegawaian atau diklat Kepegawaian untuk para aparatur negara/perusahaan sudah terbukti sangat diperlukan guna meningkatkan pemahaman akan undang-undang maupun peraturan pemerintah tentang berbagai haI terutama dibidang keorganisasian dan kepegawaian. Begitu juga haInya dengan keberadaan SOP di organisasi pendidikan dan peIatihan yang dapat diartikan sebagai Who Does What and How merupakan salah satu metode kerja yang dibuat sebagai panduan untuk memastikan bahwa proses bisnis berjalan sesuai rencana, standar dan aturan untuk kepuasan pelanggan—baik internal maupun eksternal. SOP yang mudah dipahami terbukti meningkatkan produktifitas kerja dan dapat meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antar bagian/ proses. Namun, apabila SOP tidak mudah dipahami dan menimbulkan multi tafsir dapat membuat kesalahan kerja dan pada akhirnya merugikan pelanggan. Apabila SOP ditempat kerja anda tidak demikian, anda wajib meninjau ulang SOP atau bahkan menulis ulang SOP yang ada.

Sedangkan Instruksi Kerja adalah suatu perintah yang disediakan untuk membantu seseorang dalam melakukan pekerjaan dengan benar atau suatu set instruksi untuk melakukan tugas atau untuk mengikuti prosedur. Tidak semua Prosedur harus dibuatkan Instruksi Kerjanya, pertimbangannya :Kerumitan dan kompleksitas aktivitas; Kualifikasi personel pelaksana; Sifat aktivitas (kritis tidaknya terhadap mutu, keselamatan, atau faktor lainnya); Struktur dan Isi Tidak ada bentuk bakunya, tetapi menurut good management practice di dunia industri; Secara garis besar memuat : Tahapan pelaksanaan aktivitas; Alat yang digunakan; Standar atau parameter yang dirujuk; Metode pengukuran, pengujian, dan pemeriksaan.

TUJUAN

  1. Peserta pelatihan ini diharapkan dapat memahami peran dan fungsi lembaga pendidikan dan pelatihan
  2. Peserta pelatihan ini diharapkan dapat memahami perbedaan antara SOP dan instruksi kerja di lembaga pendidikan dan pelatihan.
  3. Peserta diharapkan dapat membuat SOP dan instruksi kerja sesuai dengan peraturan yang ada

MATERI

1. Ruang Lingkup Lembaga Pendidikan & Pelatihan Tenaga Kerja

2. Peran Penting Lembaga Pendidikan & Pelatihan Tenaga Kerja

3. Metodologi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja

4. Hubungan SOP dan Instruksi Kerja

5. Jenis-jenis SOP

6. Peran dan fungsi serta manfaat SOP dan Instruksi Kerja.

7. Metode dan tahapan dalam pembuatan SOP dan Instruksi Kerja

8. Praktek pembuatan SOP dan Instruksi Kerja

9. Implementasi SOP dan Instruksi Kerja

10. Monitoring dan Evauasi Pelaksanaan SOP dan Instruksi Kerja

PESERTA

  1. Kepala Lembaga Diklat
  2. Kepala/Staf Bidang Pelaksana dan Pengawasan Diklat
  3. Manager/Staf Ketaatan dan Kepatuhan
  4. Manager/Staf Pengawasan Internal

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultan yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Alternatif Waktu Kegiatan :

  • 20-22  Januari 2020
  • 17 -19 Februari 2020
  • 16-18 Maret 2020
  • 20-22 April 2020
  • 11-13 Mei 2020
  • 22-24 Juni 2020
  • 20-22 Juli 2020
  • 24-26 Agustus 2020
  • 21-23 September 2020
  • 19-21 Oktober 2020
  • 23-25 November 2020
  • 14-16 Desember 2020

Alternatif Tempat Kegiatan :

  1. Hotel Pesonna Malioboro Yogyakarta
  2. Hotel Jentra Dagen Malioboro Yogyakarta
  3. Hotel Forriz Yogyakarta

BIAYA KEGIATAN

Private Training

  • 8.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Meeting Room, Lunch & Coffe Break, Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.

Regular Training

  • 6.500.000,- /peserta * Non Residential
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta
  • Fasilitas : Meeting Room, Lunch & Coffe Break, Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.

In House Training

  • Paket A : Rp. 4.500.000,- /peserta * Non Residential jika jumlah peserta 10-15 orang dari 1 perusahaan/instansi
  • Paket B : 4.000.000,- /peserta * Non Residential jika jumlah peserta 16-20 orang dari 1 perusahaan/instansi
  • Paket C : 3.500.000,- /peserta * Non Residential jika jumlah peserta lebih dari 21 orang dari 1 perusahaan/instansi
  • Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta,biaya transportasi,akomodasi, instruktur, staff dokumentasi, coffe break dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
  • Fasilitas : Dokumentasi, Modul Materi, Sertifikat dan Training Kit.

jenis training

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*